| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Akira Tachibana; draft dulu | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Oct 8 2011, 01:30 AM (91 Views) | |
| Akira Tachibana | Oct 8 2011, 01:30 AM Post #1 |
|
MAHASISWA Nama: Akira Tachibana Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 25 desember 1992 Umur: 19 tahun Gender: perempuan Kewarganegaraan: Toshi Haku Jurusan/Kelas: Deskripsi karakter:
Tinggi/Berat: 167/59 Sifat: sporty, menguasai olah raga dengan baik, tidak suka pelajaran berhitung dan menghafal, kadang tidak sabaran, kemampuan dalam hal ketrampilan perempuan nol tapi cukup mahir dalam hal mesin dan pertukangan, berani, keras kepala, setia kawan dan sangat sayang pada keluarga Status/orientasi: single Visualisasi: Horikita Maki Latar belakang singkat: Anak nomor dua dari empat bersaudara Tachibana. Sebetulnya sangat menyayangi keluarganya, terutama Fuyuki. menurutnya Fuyuki adalah adik yang paling manis, jauh lebih manis daripada Haruhi yang pendiam dan kadang terkesan terlalu mengamati dirinya. Akira tahu bisa jadi itu hanya sekedar perasaannya saja. Sering berselisih dengan Natsu, si kakak sulung. Bukan bertengkar yang semacam itu, tapi sekedar bertukar argumentasi. Kadang akira berpikir Natsu itu terlalu halus dan lembut sebagai seorang lelaki namun belakangan dia sedang berpikirna untuk tukar roh dengan kakak sulungnya itu. Untuk menjadi wanita yang sempurna, entah kenapa dia jauh lebih ingin tukar soul dengan Natsu daripada dengan Haruhi. kalau dengan Fuyuki, Akira merasa dirinya tidak terlalu ingin menjadi orang paling imut dalam keluarga ini. RP Regis: (ada di post berikutnya) Edited by Akira Tachibana, Oct 16 2011, 06:13 PM.
|
![]() |
|
| Akira Tachibana | Oct 16 2011, 09:58 PM Post #2 |
|
Namanya Akira Tachibana. Kalau orang bertanya tentang nama itu pada pemuda setempat di sepanjang komplek pemukiman Tsubaki minimalis, maka mereka akan menunjuk pada sebuah rumah dengan tanda nama 'Tachibana' di pagar rumahnya. Dan bila orang bertanya tentang nama itu pada penghuni rumah tersebut, maka yang akan muncul berikutnya adalah seorang bertubuh mungil dan ramping berwajah rupawan dengan potongan rambut pendek seperti laki-laki pada umumnya. Satu hal yang perlu diingat adalah, jangan sekali -sekali panggil dia dengan sebutan onii-san. "Nee. san!" serunya tepat pada telinga teman laki-laki yang tengah duduk di sebelahnya seraya menekankan pada setiap suku katanya. "Aku bukan laki-laki, Bodoh!" gerutunya. Tinjunya terayun cepat ke arah lengan bagian atas temannya dengan keras. Pemuda itu langsung mengaduh kesakitan dan buru-buru minta maaf. Dia berdecak sebal seraya kembali menyantap makan siangnya dengan gerakan lugas. Sudah belasan tahun berlalu. Logikanya, hormon estrogennya jadi lebih banyak bekerja, bukan? Setidaknya itulah yang pernah dia baca dalam buku mengenai otak dan perilaku manusia. Kadang dia heran dengan orang-orang yang suka menganggapnya laki-laki. Maksudnya, garis wajahnya sama sekali tidak terlihat maskulin dan tubuhnya apalagi. Dia punya tonjolan di depan dan dibelakang yang berukuran standar dan dia menstruasi teratur. Kalau ini hanya karena perkara gaya berpakaian dan sikapnya yang masih belum bisa gemulai dan lemah lembut seperti perempuan, jangan salahkan dirinya. Karakter orang, mana bisa diubah secepat membalik telapak tangan. Tapi bagaimanapun dia masih perempuan sejati, kan? Gerakannya terhenti sejenak saat melihat dua orang itu melintas di koridor luar kantin. Dua orang pemuda, seniornya, yang satu bercaka mata dan tampak serius, yang sorang lagi berpenampilan cerah mirip eprempuan, tampak bahagia berbicara ringan dengan yang satunya. Sudut matanya menyipit sedikit melihat pemandangan yang bisa dibilang akrab itu. Dia tidak suka. Hidup ini memang tidak adil. Dia sudah menyukai kakak kelas berkaca mata itu sudah sejak SMA. Tidak ada yang bisa menandingi wibawa pemuda itu saat berdiri dan berbicara di pondium kehormatan sebagai ketua siswa. Lihat? Bahkan dia masih bisa 'fangirling'. Lalu kenapa senpai yang menakjubkan itu jatuh ke dalam pelukan pemuda banci mirip perempuan di sana sementara dirinya yang perempuan tulen harus gigit jari. Sekali lagi, hidup itu tidak adil dan moodnya jadi turun, omong-omong. Sendok itu berdenting nyaring di atas piring saat dia setengah melatakkan setengah melempar. Sejenak menoleh pada teman laki-laki di sampinya. "Kau, bayari punyaku juga nanti," katanya enteng seraya menepuk bahu temannya dan beranjak berlalu dengan santai. Begitulah hidup. |
![]() |
|
| Ziven Egan | Oct 16 2011, 10:12 PM Post #3 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
|
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






7:51 AM Jul 11