CITIZEN
Nama: Stanza Constantine Tempat & Tanggal lahir: Glasgow, 18 November 1985. Umur: 25 y.o. Gender: Male Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Freelancer. Deskripsi karakter: Tipikal pria yang murah senyum. Sedikit egois (Who's not?) dan adapatif. Insensitif dan seringkali bersikap ignoran pada orang asing. Pakaian sehari-hari kasual. Pemuda bersurai cokelat kemerahan dengan tubuh sedikit kurus ini adalah penyesap sigaret stadium satu. Mempunyai sedikit obsesi tersendiri kepada folklore. Tinggi/Berat: 178 cm/ 58 kg Sifat: Tenang. Kalkulatif. Murah senyum. Deceptive, a bit. Jack out all trades, masters of none. Egois. Posesif. Kemampuan olahraganya sedikit kurang. Status/orientasi: Single - Hetero Visualisasi: Nicholas Chabot Latar belakang singkat: Hanya seorang freelancer biasa yang hidup jauh di Eropa sebelum berlabuh ke Toshi Haku dan memutuskan untuk menetap.
Ayah dan ibunya adalah civilian kecil pegawai toko serba ada yang meninggal ketika ia berumur lima tahun karena kecelakaan lalu lintas, dan pemerintah Skotlandia memasukkannya ke panti asuhan sampai usia delapan belas tahun—dan setelah itu, Stanza memulai petualangannya di Eropa. Berganti-ganti pekerjaan (kebanyakan pekerjaan legal, yea) membuatnya mempunyai banyak pengalaman berharga untuk survive.
RP Regis:
Roleplay Registration “… Hmpf.. Dan mereka bilang kau senomaden suku Mongol.”
Gelengan.
“Well, well… Little one, kata siapa tidak?”
Jawaban generik.
Terlalu generik, malah.
“Mm… Toshihaku, kau tahu? Haidee bilang kau akan menetap disana.”
Dan mereka bilang Haidee adalah gadis yang pendiam, tidak akan buka mulut, dan jarang menyebar rumor. Woman. Stan mendesah, lagi. Jemarinya naik ke atas kepala, mengacak-acak surai karamelnya sekilas. Setengah frustasi. Pekerjaannya di Athena sebagai distributor Rum dengan masa kerja 6 bulan sudah nyaris tuntas, dan seharusnya ia sudah bisa pergi diam-diam hari ini dengan pesawat paling pertama—tapi… Sigh. Dagunya terangkat. Sepasang karamel kembarnya menyorot Vasiliya, gadis yang memergokinya sedang mengepak barang-barangnya jam dua dini hari—sekarang, yea. Cantik, tentu. Bukan tipenya, sayangnya, walaupun mereka sudah, yaa… ‘bermain’ satu-dua kali.
“Dan?”
Nadanya hati-hati.
“Menetap per-ma-nen.”
Vasiliya merengut.
Constantine muda ini nyaris menggerutukkan gigi. Ini merepotkan, sumpah. Pasalnya ia bekerja terlalu baik, dan perusahaan mewanti-wantinya untuk mempermanenkan statusnya sebagai pekerja tetap dan menaikkan gaji. Vasiliya, anak gadis kesayangan bosnya bahkan sudah memintanya untuk tetap tinggal secara personal di kamarnya kemarin. Sayangnya, hasratnya untuk tinggal di tanah Zeus sudah hilang ketika mitos terakhir Yunani telah tercatat dalam buku kecilnya. Ia haus, Tuan. Haus akan cerita-cerita rakyat, legenda, dan mitos dalam suatu daerah. Jemarinya gatal untuk terus mencatat legenda dalam buku-buku kecilnya, membekukan mitos dalam lembaran kertasnya dan menceritakannya pada generasi selanjutnya. The bookman, mereka bilang. Ia yang mencatat sejarah.
Oh, obsesi, tentu.
Ia sinting dan jenius dalam caranya sendiri.
“Yeah, yeah. Aku akan menetap, little one. Haidee bilang begitu benar? Kau datang untuk mengkonfirmasi?” Tarikan nafas. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis sebelum mengangkat bahu, kasual. “Aku sudah nyaris tiga puluh. Saatnya menetap, kurasa.” Jemarinya bergerak, meraih koper, memasukkan beberapa setel kemeja yang berada di atas seprai. Dari sudut mata ia melihat Vasiliya membuka mulutnya, akan kembali merangkai argumennya dari tempatnya berdiri.
“Tapi—tapi…”
Desahan, lagi. Ini akan lama. |