| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Belinda del Valle; done | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Oct 1 2011, 12:03 AM (215 Views) | |
| Belinda del Valle | Oct 1 2011, 12:03 AM Post #1 |
|
MAHASISWA Nama: Belinda del Valle Tempat & Tanggal lahir: Paris, 10 Agustus (Leo) Umur: 19 y.o Gender: Female Kewarganegaraan: Perancis Jurusan Deskripsi karakter:
Tinggi/Berat: 170 cm / 47 kg Sifat:
Status/orientasi: Single / Straight Visualisasi: Belinda Peregrin Latar belakang singkat: Ayahnya seorang blasteran Perancis-Spanyol (nenek perancis, kakek spanyol) berusia 39 tahun bekerja di bidang ekspor-impor dan memiliki perusahaan ekspor sendiri yang menghasilkan beratus-ratus Euro, ibunya seorang perancis tulen berusia 38 tahun yang bekerja di bidang fashion interior. Secara materi, Belinda hidup lebih dari cukup dan sangat dimanja keluarganya. RP Regis: Paris, 10 September 2011 “Apa-apaan ini?!” Belinda menutup telinganya, mengkerutkan bibirnya, sebal dengan nada bicara ayahnya yang kelewat hyper. Ditengoknya ayahnya, hendak protes dengan nada bicara ayahnya yang memekakkan telinga namun tak jadi saat menangkap mimik wajah ayahnya yang berbeda dari biasanya. Pertanyaan tadi kembali diutarakan dengan nada suara yang sama keras. Belinda bangkit—sedikit gugup karena tidak biasa melihat ayahnya begini. Tapi mana mau ia nampak begitu tak berdaya di depan ayahnya, pantang baginya. “Ada apa sih? Papa tidak perlu masuk ke kamarku dan menaikkan nada suara papa seperti itu padaku. Aku tidak suka.” protesnya dengan wajah kesal. Benedict berjalan menghampiri Belinda dan mencengkram tangan anaknya kasar—untuk pertama kalinya. “Apa ini?” Belinda meringis kesakitan dan mengambil kertas yang ada di tangan ayahnya dengan tarikan kasar. Hanya membentuk huruf O dan melepaskan diri dari cengkraman sang ayah. “Apa masalahnya?” Tanya Belinda santai, seakan kertas itu tidak berisi hal yang penting. “Apa masalahnya katamu? MASALAHNYA, kau telah menghabiskan uang hampir berpuluh juta Euro HANYA UNTUK BERBELANJA?” Belinda tertawa kecil, merasa hal itu sungguh lucu. “Ayolah papa, ini kan bisa—“ Lengan Belinda kembali dicengkram dengan kasar oleh ayahnya, kini kedua lengannya, menatap lurus ke manik yang sama dengannya itu—abu tua. ”Papa menyayangimu dan kau tahu itu. Tapi ini sudah kelewat batas Belinda. Kau harus bisa menghentikannya. Atau kau akan membuat keluarga ini jatuh kedalam kemiskinan karena sifat pemborosmu.” Belinda memasang wajah tidak suka, melepaskan dirinya namun kali ini cengkramannya makin keras. “Kau berlebihan, papa. Lagipula, itu kan bukan jumlah yang besar. Lagipula, jumlahnya lebih sedikit dari bulan lalu…” Belinda berusaha membela dirinya. Benedict nampak sudah kehabisan akal menghadapi hobi gila shopping putri semata wayangnya itu. Ia sudah berusaha membuat Belinda menjadi anak yang disiplin, penurut, dan tidak banyak menuntut seperti sebelum-sebelumnya. Berusaha mengerasi anak itu, malah membuat anak itu semakin keras kepala. Memang sebaiknya minta tolong padanya. Benedict nampaknya sudah menyusun sebuah rencana dalam otaknya, sebuah rencana cadangan jika ia sudah kehabisan akal—dan sepertinya inilah waktunya. “Kau harus pergi.” – dan ini final. Belinda nampak terkejut hingga tidak bisa berkata apa-apa. “Kau akan pergi ke Toshi Haku. Disana ada saudara—pamanmu yang akan mengawasimu selama disana.” Belinda meloncat kecil dan menerjang papanya, menarik jas papanya. “Kau tidak seriuskan papaku sayang?” Belinda berusaha untuk kembali merayu papanya, ia tidak mau ke tempat bernama Toshi Haku, tahu saja tidak. Benedict nampak teguh. Kali ini ia tidak akan melemahkan hatinya untuk menahan putrinya di rumah. Belinda harus pergi dan belajar menghargai jerih payah orang tuanya dalam menghasilkan selembar demi selembar uang. Yang bagi anaknya, bagaikan uang mainan dalam permainan monopoli. “Kau tidak bisa melakukan ini padaku. AKU TIDAK MAU PERGI.” Belinda mundur dan memasang wajah yang mengidentifikasikan kekesalannya, kemarahannya, ketidaksukaannya atas perintah yang dihujamkan kepadanya. “Ya, kau akan pergi. Secepatnya” Benedict keluar dari kamar Belinda—berusaha memperlihatkan mimik muka tegas dan tidak terpengaruh dengan wajah Belinda yang sudah basah oleh airmata. Di tutupnya pintu itu dan istrinya, Adrienne nampak menanti dan memeluknya erat. “Apa kau yakin, Fran bisa menjaga putri kita?” Benedict menghela nafas berat. “Kuharap…” jawabnya tak yakin. “…Atas nama persaudaraan… kuharap dia bisa membantu kita menghadapi Belinda.” Belinda menghapus airmatanya saat dilihatnya ayahnya sudah keluar dari kamar. Sial. Sungguh sial. Brengsek. Ia memukul lantai yang dilapisi karpet dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya. END Edited by Belinda del Valle, Dec 9 2012, 10:43 AM.
|
![]() |
|
| Ziven Egan | Oct 2 2011, 10:21 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
|
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






7:51 AM Jul 11