| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Atsuki Stanley | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Sep 12 2011, 09:03 PM (86 Views) | |
| Atsuki Stanley | Sep 12 2011, 09:03 PM Post #1 |
|
Nama: Atsuki Stanley Tempat & Tanggal lahir: Kyoto, 24 Desember Umur: 21 Gender: Male Kewarganegaraan: Jepang ( Ibu Jepang tulen, ayah campuran Jepang dan Jerman ) Pekerjaan: Dokter umum - Resident dokter neurologi anak Deskripsi karakter:
Tinggi/Berat: 180cm/68 kg Sifat: Pendiam | Dingin | Lebih suka untuk tidak menunjukkan emosi pada orang lain | Perhatiannya pada lingkungan sebenarnya sangat baik | cepat sekali untuk mengantuk Status/orientasi: Single/Gay (just for 1 person) Visualisasi: Lee Min Ho Latar belakang singkat: Lahir dari ibu yang keturunan Jepang asli dan juga ayah yang merupakan campuran Jepang dan juga Jerman. Ibunya adalah seorang musisi terkenal dan ayahnya adalah seorang dokter yang sangat terkenal. Lebih menyukai bidang musik, sempat membuat ayahnya membencinya dan memutuskan untuk meninggalkan keluarganya pada usia Atsuki yang 15 tahun. Berbakat dalam bidang musik, menggelutinya dan menjadikannya cukup terkenal pada usia mudia (hingga usia 15 tahun). Sempat melanjutkan kuliah di bidang musik pada saat usianya 15 tahun, dan memiliki hubungan khusus dengan seseorang yang menjadi adik kelasnya di SMA. Tetapi, karena suatu dan lain hal membuatnya berhenti dan berpindah jurusan menjadi kedokteran pada saat usianya 16 tahun ( hanya bertahan di jurusan 1 tahun ). Bertemu dengan ayahnya sebagai dosen di fakultasnya, membuat hubungannya dengan ayahnya menjadi dekat kembali hingga akhirnya tinggal bersama ayahnya sejak usianya 17 tahun hingga ia lulus pada saat usianya 20 tahun. Langsung menjadi seorang residen yang mengambil spesialis dibidang Neurologi anak, pada saat ini sedang dalam tahan akhir pengambilan spesialis itu. R6P Regis: Tokyo, 06.00am Mentari baru saja menyinari bumi, ketika kegiatan rutin yang biasa dilakukan dirumah sakit itu mulai berjalan. Beberapa pasien yang berjalan dan juga beberapa orang yang tampak menjenguk maupun dokter-dokter yang memulai pekerjaannya. Suara derap langkah tegas dan juga teratur itu tampak menghiasi lorong rumah sakit ketika pemuda berambut hitam itu memasuki sebuah ruangan yang ramai dengan beberapa orang itu. Pemuda berusia 21 tahun itu tampak langsung berbaur dengan beberapa sarjana kedokteran yang sedang menjalankan tugasnya untuk mengambil gelar dokter umum itu. Sekilas, ia tidak tampak beda dari segi umur dengan semua mahasiswa yang akan mengambil gelar dokter itu. Tetapi nyatanya, ia disana adalah seorang resident yang membantu anak-anak itu untuk praktik dan belajar di rumah sakit besar di Tokyo. Sudah 1 tahun lamanya ia meneruskan pendidikannya. Dan sekarang, hanya tinggal menyelesaikan praktik di sebuah tempat lagi, maka ia akan mendapatkan gelar spesialis. Hanya pendidikan dan juga gelar yang saat ini ada di matanya, bahkan tidak ada sama sekali bayangan masa lalu yang terpancar di matanya. "Atsuki," suara itu membuatnya menoleh untuk menemukan ayahnya yang berjalan dan orang-orang disana tampak hormat dengan ayahnya yang merupakan kepala rumah sakit disana. Menundukkan kepalanya sedikit, pemuda itu langsung menatap mata biru ayahnya, menunggu sang ayah melanjutkan perkataannya dan mengatakan alasannya memanggil pemuda itu. "Ini adalah tugas akhirmu sebelum kau mendapatkan gelar itu," menyerahkan satu buah map yang berisi beberapa data rumah sakit, membacanya sebentar sebelum menutupnya kembali. "Apapun ayah, aku hanya ingin mendapatkan gelar setinggi-tingginya--" berbalik, tanpa mengubah ekspresi dinginnya itu. Senyumannya yang dulu sering ia tunjukkan sudah mengilang sejak 5 tahun yang lalu. "Baiklah," senyuman ayahnya tampak mengembang dan tertuju padanya, dan tangan kekarnya itu tampak bergerak dan mengusap kepala pemuda itu, "ayah tahu kau bisa melakukannya, buatlah ayah bangga..." "Hn..." Pemuda itu hanya menutup matanya dan ayahnya segera kembali dengan pekerjaannya disana. Sepeninggalan ayahnya, ia membuka kembali nama kota yang kali ini harus ia kunjungi untuk pelatihan terakhir sebelum mendapatkan gelar itu. "Toshi Haku..." Matanya tampak kosong dan hanya raut wajah datar yang bisa ia tunjukkan saat itu. |
![]() |
|
| Ziven Egan | Sep 13 2011, 10:16 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






2:29 AM Jul 12