| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| James Howard; James Howard | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Sep 3 2011, 11:10 PM (60 Views) | |
| James Howard | Sep 3 2011, 11:10 PM Post #1 |
|
FOREIGNER Nama: James Howard Tempat & Tanggal lahir: Inggris, 7 Agustus 1975 Umur: 36 tahun Gender: Male Kewarganegaraan: Inggris Pekerjaan: Guru (Pekerjaan asli: Pembunuh bayaran) Alamat tinggal: Berpindah-pindah (tidak tetap) Deskripsi karakter: Tubuh jangkung, kulit putih, rambut pendek ikal keemasan, mata hijau, wajah persegi dan sedikit tirus, suka memakai logam di jarinya dan pergelangan tangannya seperti cincin dan gelang yang terbuat dari monel, lebih suka suka membawa arloji yang terbuat dari emas pemberian kakeknya dibandingkan memakai jam tangan, gaya berjalannya tidak menampakkan sering berhadapan dengan perkelahian, biasanya memakai kaca mata sewaktu dia tinggal di inggris akan tetapi demi penyamarannya dia mengenakan lensa kontak berwarna hitam, suka dengan pakaian kasual dan mantel tipis miliknya yang dibuat khusus anti peluru, suka membaca sambil tertidur di taman dan berjalan kaki sambil merokok menikmati pemandangan alam, tidak menyukai gay dan sangat menyukai wanita-wanita cantik, terampil dalam menggunakan berbagai jenis senjata. Tinggi/Berat: 190 cm/ 80 kg Sifat: Perayu, Karena terlalu menyadari kelebihannya yang tampan dia sering berganti-ganti pasangan, tidak mengenal belas kasihan pada laki-laki dan pantang memukul wanita, tidak bisa dipercaya dan dapat berkhianat pada orang yang percaya padanya kapanpun dia mau, suka dengan kehidupan malam dan bisa berubah sifatnya 180 derajat saat berhadapan dengan musuhnya, pembawaan dirinya yang tenang ketika menghadapi musuh sering memberikan ketakutan yang dalam pada setiap lawannya termasuk Gale MikhailoV. Keperluan datang ke Toshi Haku: Mengajar (Motif tersembunyi: Memburu Gale MikhailoV) Status/orientasi: Single/Straight Visualisasi: James Edward Franco Latar belakang singkat: James howard merupakan keturunan dari keluarga biasa. Kakek neneknya pedagang emas. Sedangkan ayah dan ibunya merupakan dosen di salah satu universitas besar di Inggris. James dibesarkan dengan kasih sayang dan mulai hidup terpisah dari keluarganya sejak mengikuti jejak kakaknya yang menjadi penjahat jalanan sejak James berusia 17 tahun. James menamatkan pendidikan universitasnya dan melanjutkannya hingga ke jenjang doktor. Tujuannya mengenyam pendidikan setinggi itu hanya untuk memudahkannya melakukan penyamaran apapun dan bukan untuk kepentingan komersil. James Howard menjadi tangan kanan Leon selama 10 tahun dan kini dia ditugaskan untuk membawa Gale MikhailoV hidup-hidup untuk pertanggung jawabannya menghancurkan 4 kediaman Leon ditempat berbeda dan tanggung jawabnya melukai lebih dari 500 orang anak buah Leon. RP Regis: Leon duduk di kursi kerjanya membelakangi semua orang. Tidak satupun yang berani bicara padanya termasuk Kai putranya. Pria itu terus menghadap keluar pintu kaca yang menghubungkan ruangan dengan beranda. Kakinya menyilang diantara kaki lainnya. Sementara dia terus menghisap cerutu di mulutnya, Leon mengetuk-ngetukkan jemarinya di pegangan kursi yang terbuat dari kayu. "Jadi dia sudah meninggalkan Rusia?" Leon berbalik. Goresan tipis disepanjang pipi kanannya tampak jelas digaris wajahnya yang lembut dan bersih. Memandang sekilas saja tidak akan menguak kekejaman dirinya yang sudah tertanam sejak 30 tahun. Tidak akan ada yang menduga usia orang ini sudah hampir 45 tahun berdasarkan kemudaan usia yang terpancar di wajahnya. Leon tidak melihat siapapun. Tidak Kai putranya, tidak Yuan pengawal pribadinya. Leon menatapnya. Dengan tatapan yang bahkan mampu membuat 10 orang yang berdiri di belakang Kai tidak berani mengangkat kepalanya. "Ya. Dia sekarang sedang di bandara." "Kemana tujuannya?" Kemanapun itu, James yakin Gale MikhailoV bukan orang yang ceroboh dengan begitu saja transit di suatu tempat dan menempatkan itu sebagai tempat persembunyiannya. Kepintarannya itu terlihat sewaktu dia mengecoh banyak orang dengan menghilang beberapa kali setelah berhasil dipastikan dimana persembunyiannya. Jika saat ini Gale sedang melakukan permainan yang sama dengan saat itu, James tahu kemana arah dan tujuannya saat ini. "Kemungkinan besar tujuannya saat ini korea selatan" Leon mengangkat alisnya penuh makna. Gurat-gurat usianya yang sudah tua terlihat di sudut mata dan sudut bibirnya saat senyum merekah di wajahnya. "Tujuan akhirnya.. Aku sudah tahu kemana dia akan melarikan diri." "Apa yang akan anda lakukan sekarang? Mengejarnya hingga ke tempat itu?" Leon menatap beberapa anak-anak asuhnya satu persatu. Tidak tahu kenapa dia selalu menganggap orang-orang di sekelilingnya sebagai anak-anaknya. Mereka sangat manis dan mau melakukan sesuatu apapun yang dia perintahkan. Dan adalah bagian dari tanggung jawabnya juga melindungi anak-anaknya itu jika mereka sampai terluka. James menyalakan sebatang rokok. Ketegangan yang tadi menyelimuti ruangan tiba-tiba saja berubah menjadi hingar bingar yang biasa terdengar di telinganya saat mereka sedang diundang minum oleh Leon. Pria tua itu sama sekali tidak keberatan meskipun barisan yang tadi rapi menghadapnya kini tersebar ke seluruh ruangan. Kebanyakan dari mereka memilih duduk di sofa. Tapi Kai, dengan ketegangan yang masih menyisa di wajahnya, tidak beranjak dari tempatnya berdiri dan terus menatap wajah Leon yang sedang memperhatikan mereka satu-satu. Kai. Anak itu terlalu serius. Dia terlalu berambisi untuk menggantikan posisi ayahnya sebagai pimpinan dari puluhan bisnis legal dan illegal milik Leon. Tapi karena usianya yang terlalu muda, Leon tidak mengizinkan anak itu untuk bertindak lebih daripada apa yang mampu dilakukannya. James bisa merasakan kalau Kai saat ini benar-benar menginginkan untuk ikut andil dalam pengejaran Gale sebagai langkah awal untuk menunjukkan kemampuan dirinya didepan ayahnya. "James! Kau bisa membereskannya untukku?" Leon berpaling pada James yang benar-benar tidak menduga pertanyaan itu akan terlontar ke arahnya Lagi? James menjauhkan batangan rokok dari bibirnya Rasanya asap rokok ditenggorokannya menyangkut dan sulit dilewatkan. James tidak akan mengeluh seandainya tidak ada lagi yang bisa diandalkan lagi selain dirinya. Tapi yang berdiri disini ada Pate, Rio dan Buss. Mereka menganggur. "Aku sedang ditugaskan untuk menyelidiki Juan. Anda lupa?" Leon kelihatannya tidak menyalahkan meskipun dirinya harus membantah perintahnya dan menjadi tontonan semua orang dengan keberaniannya. Tapi ini benar-benar kelewatan. Leon memiliki hampir 50 orang body guard dengan skill yang tinggi dan tingkat kemampuan yang sama. Tapi untuk melakukan tugas yang menyangkut musuh beratnya selalu dilimpahkan pada dirinya. "Aku tidak akan meninggalkan Rusia!" James berkeras. Tidak perduli semua orang kini menatapnya dengan anggapan bahwa dirinya sudah gila. Kai, anak itu terus menatap ke arahnya penuh harap. Jika Leon mau membalas sedikit keinginan putranya, dia pasti akan melihat betapa besar keinginan Kai untuk menangani masalah ini. "Kau akan ke Toshi Haku!" "Apa ini sebuah ancaman atau saat ini kau sedang ingin menguji kesabaranku?" Tidak ada lagi gurat-gurat ketenangan di wajahnya. Yang ada hanya ketegangan akan reaksi Leon dengan sikapnya yang tidak pantas ditunjukkan sebagai bawahan. Beberapa orang yang ada di dekat Leon, mengeluarkan senjata dari sakunya. Mereka mengarahkannya lebih dulu ke keningnya sebelum pistolnya mengarah pada Leon. Kai, mungkin satu-satunya orang yang tidak terpancing dengan keributan kecil ini dan tetap percaya padanya. Anak itulah satu-satunya orang selain Leon yang percaya kalau pistolnya tidak akan bicara meskipun Leon memerintahkan seluruh anak buahnya untuk menembak. Leon tersenyum. Pria itu sangat tenang waktu menurunkan ujung laras pistol milik Buss yang tengah berdiri di sebelahnya supaya tidak diarahkan pada siapapun. Dan yang lainnya mengikuti Buss menurunkan larasnya. Kecuali dirinya. "Kau masih tidak mengerti James? Yang bisa mendatangi tempat itu hanya dirimu. Tempat itu bukan tempat yang cocok untuk adu senjata dan adu kekuatan. Lagipula apa kau pikir Gale akan diam saja setelah melihat orang-orangku ada di sekelilingnya?" Leon. Pria licik itu. Dia memang sengaja ingin memanfaatkannya. Memaksanya untuk menghadapi orang itu satu lawan satu. "Turunkan senjatamu James!" James tidak menurut. "James!" Si keparat Leon. Dia pasti sedang merencanakan sesuatu dengan mengirimkannya untuk menghadapi Gale. Saat maksud Leon bersikeras untuk menjauhkannya dari Rusia, mungkin karena Gale memang bukan orang yang mudah dihadapi. Tapi firasatnya mengatakan pria ini sedang merencanakan sesuatu yang besar pada dirinya. Dia tidak tahu apa yang membuatnya berfikiran seperti itu. Tapi Leon bukanlah orang yang mudah memerintahkan anak buahnya melakukan pendelegasian tugasnya kepada yang lain. Lagipula, ini bukan yang pertama kalinya Leon berusaha menyingkirkan dirinya dari Rusia. Kalau pria itu sampai memaksanya kali ini... "Baiklah!" James menurunkan laras pistolnya. Tanpa sengaja dia mendengar Kai menghela nafas panjang. Jadi anak itu tadi tegang melihat dirinya? Kai berjalan mengitari meja kerja Leon. Dan James mengerti dengan baik apa yang dibicarakan anak itu di telinga ayahnya karena Leon beberapa kali mengangguk setelah mendengar ucapannya. Pria tua itu, bukankah dia lebih baik masuk rumah sakit saja karena penyakit yang di deritanya. Jika Kai yang begitu perduli padanya saja tidak begitu diacuhkan, bagaimana dengan yang lainnya? "Apa kompensasi yang diberikan padaku?" Tanya James. Tidak ada gunanya lagi berpura-pura baik di depan pria ini. "Aku akan menjamin keselamatan orang-orang di dekatmu. Apa itu bisa membuatmu tenang?" Dasar orang licik. Bukankah itu yang selalu menjadi ancaman Leon untuk menariknya bekerja dengannya secara paksa selama ini? Sekarang dia mau berpura-pura hilang ingatan telah melakukan apa pada dirinya supaya kehidupan keluarganya tidak terancam. "Baiklah. Aku setuju." James berbalik. "Tapi kalau aku sampai melihat kau sentuh mereka seujung rambut saja, lihat saja apa yang bisa kuperbuat padamu, Leon!" Kata James dingin sambil menutup pintu. Kai, yang paling takut dengan ketegangan tadi, hanya melihat ayahnya yang sedang tersenyum dan orang-orang disekelilingnya yang sama tegangnya dengan dirinya sejak tadi. |
![]() |
|
| Crux Corvus | Sep 3 2011, 11:26 PM Post #2 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






2:29 AM Jul 12