| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Lilyth Ukobach Xavier | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Aug 22 2011, 11:03 PM (42 Views) | |
| Lilyth U. Xavier | Aug 22 2011, 11:03 PM Post #1 |
|
L.U. X
|
CITIZEN Nama: Lilyth Ukobach Xavier Tempat & Tanggal lahir: Forks, 29 Februari 1991 Umur: 20 Gender: Perempuan Kewarganegaraan: Amerika Pekerjaan: Pegawai perpustakaan Deskripsi karakter: - Rambut panjang hitam - Mata bulat hijau keabuan nan indah - Kulit putih pucat - Bibir merah merekah - Tubuh langsing proporsional - Senang berdandan dengan bermacam gaya pakaian, namun favoritnya adalah gaya tahun '70an Tinggi/Berat: 170cm/55kg Sifat: - Pembawaan tenang dan feminin - Pintar mengatur emosi namun kadang kala bisa meluap tak terkontrol - Bermulut manis Status/orientasi: Single Visualisasi: Katy Perry Latar belakang singkat: Lilyth lahir dari rahim seorang wanita tuna susila dan tak pernah tahu siapa ayah kandungnya. Sedari kecil Lilyth terbiasa hidup mengikut ibunya yang selalu berpindah dari pelukan lelaki satu ke lelaki lainnya, tak jarang ia juga diajak ibunya bekerja dan menyaksikan perbuatan terlarang yang tak seharusnya dilihat anak seusianya. Pada saat usianya sepuluh tahun, Lilyth menjadi saksi mata pembunuhan keji terhadap ibunya yang dilakukan oleh kekasih sang ibu. Lilyth pun menjadi korban pemerkosaan setelahnya yang mana menjadi cikal bakal gangguan kejiwaannya. Selepas kejadian itu, Lilyth berada di bawah naungan pemerintah dan hidup berpindah dari satu keluarga ke keluarga lainnya. Kebanyakan dari mereka tidak tahan dengan sikap aneh Lilyth. RP Regis: Forks, Juny 29th 2011 Sepasang zambrud melirik keluar, mengintip dari balik jendela kaca, memandang tajam ke sebuah rumah tua dengan dinding dan pilar kayu yang masih terlihat kokoh. Ia menyipit, mengamati dengan seksama bangunan yang ia sebut--rumah. Pintunya, jendelanya, cerobong asapnya, secara keseluruhan tidak ada yang berbeda, hanya saja... Dahinya mengerut melihat tamannya ditumbuhi rerumputan liar. Tidak rapi, tidak sedap dipandang mata, tidak seperti rumahnya yang dulu, dan lagi--dedaunan kering dan debu memenuhi teras, tempat dimana ia biasa menghabiskan waktu sore, menikmati matahari senja sembari menyesap secangkir teh hangat. Dulu. "Pita apa itu?" Sepasang mata lain turut melirik keluar dan mencari tahu pita apa yang dimaksud. "Oh.. Itu segel polisi." Gadis itu hanya terdiam, tak mengerti mengapa istananya dipenuhi pita kuning yang katanya bernama segel polisi. "Mengapa rumah itu disegel?" Tanyanya lagi. Sang supir melirik gadis cantik itu melalui cermin spion tengah mobilnya, lalu kemudian menghela nafas. "Anda orang baru di kota ini, ya nona?" Pandangan gadis itu beralih, membalas tatapan sang supir tanpa berkata apa pun. Ia siap mendengarkan. "Baiklah. Jadi sepertinya Anda benar pendatang baru di Forks." Ujar sang supir seraya membenarkan posisi duduknya. Pria yang sudah sepuluh tahun berprofesi sebagai supir taksi ini pun mengisahkan apa yang terjadi pada penghuni rumah itu, tiga tahun silam. Sebuah keluarga kecil dengan kehidupan yang tidak sehat, dibunuh secara keji oleh anggota keluarganya sendiri--anak angkat mereka. Masih ingat diingatannya ketika banyak media memberitakan peristiwa itu dan orang-orang menggunjingkannya. "Sadis. Gadis itu mengeluarkan isi perut mereka dan menjadikannya roti isi, lalu menjualnya di bazaar murah seakan tak berdosa." Kisah sang supir dengan nada simpatik. "Gadis? Roti isi?" Tanya gadis surai panjang tersebut. "Ya! Coba anda bayangkan! Seorang gadis tujuh belas tahun tega membunuh keluarganya sendiri tanpa ampun. Gadis itu pasti sudah gila." "Mereka bukan keluarganya--" Sela sang gadis hingga membuat pria di depannya itu terdiam, tak berani melanjutkan ceritanya. Pria itu merasa ada yang tak beres. Pintu mobil dibuka, kakinya terjulur keluar, turun lambat menapaki tanah kering musim panas di kota Forks. ... ... ... "Hey!" Sebuah intonasi berat membuyarkan lamunannya. Setiap syaraf dalam tubuhnya bekerja cepat memerintahkan otaknya merespon panggilan yang ia rasa ditujukan kepadanya. Ia menoleh. "Kau wanita iblis! Untuk apa datang ke sini lagi? Kehadiranmu tidak diinginkan di sini.." Dan memang kata-kata itu ditujukan untuknya. Senyum ramah mengambang di bibir merah sang gadis. "Hallo, tuan Thompson. Apa kabar?" Sapanya hangat. "Fantastik! Sebelum melihatmu." Orang bodoh sekali pun tahu makna sindiran pria tua itu. Kau tahu? Lilyth Ukobach Xavier tidak suka, sangat-sangat tidak suka bila hal baik yang ia lakukan malah dibalas dengan perlakuan yang tidak menyenangkan. Seperti yang baru saja terjadi dan begitu juga dengan yang dilakukan anggota keluarganya terdahulu. Seharusnya pria tua ini tahu ia sedang berhadapan dengan siapa, tapi... Ia tampak tak gentar sedikit pun. Sengaja mengantar nyawa kah? ... "Jangan berkata seperti itu, tuan Thompson. Aku sudah berbeda sekarang, tidak seperti dulu lagi. Tidakkah kau lihat?" Senyum manisnya masih tertahan di sana, menatap dalam-dalam mata lawan bicaranya, mencoba meyakinkan. "Aku memang berniat pergi. Tapi sebelum itu... Aku hanya ingin mengunjungi rumah ini.. Untuk terakhir kalinya.." Suara merdu itu terdengar bergetar. "Aku akan pergi dari sini.. Ketempat yang amat jauh.." Matanya memanas, bulir-bulir air mulai memaksa keluar. "Aku berbeda, tuan Thompson.. Setiap orang berhak punya kesempatan untuk menjadi lebih baik, bukan?" Dan usahanya membuahkan hasil. Tuan Thompson terlihat melunak. "Yah.. Kau benar. Setiap orang berhak memiliki kesempatan untuk berubah. Masuklah ke dalam sebentar, akan kutuangkan kau segelas limun segar." Lily kembali tersenyum mendengar ajakan pria tua yang sudah lama menjadi tetangganya itu, tapi--tak seorang pun tahu arti dibalik senyumannya. I promise, I'll make it fast. Edited by Lilyth U. Xavier, Aug 22 2011, 11:06 PM.
|
![]() |
|
| Ziven Egan | Aug 23 2011, 09:37 AM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






2:29 AM Jul 12