| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Hina Masamune; Mahasiswi | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Aug 18 2011, 04:41 PM (62 Views) | |
| Hina Masamune | Aug 18 2011, 04:41 PM Post #1 |
|
MAHASISWA/ Nama: Hina Masamune Tempat & Tanggal lahir: Osaka, 7 Septermber 1989 Umur: 22 tahun Gender: Wanita Kewarganegaraan: Jepang Jurusan/Kelas: Psikologi/semester 7 Deskripsi karakter: tubuh kecil, rambut dipotong pendek dan coklat kemerahan, iris coklat, gaya berpakaian simpel (suka memakai T-shirt, kemeja, atau jaket dan jeans serta sepatu kets, wajahnya tidak galak tetapi juga tidak terlalu ramah; biasa-biasa saja, tatapan mata agak sayu. Tinggi/Berat: 156/46 Sifat: tidak suka bertele-tele, tidak suka dikasihani orang lain, tidak suka terlihat lemah di depan orang lain, cenderung ingin melindungi, cenderung memendam masalah sendiri, pintar menjaga rahasia, selalu menjadi pendengar yang baik, pintar bermain pedang (karena berasal dari keluarga samurai) Status/orientasi: Single Visualisasi: Jeon Bo Ram Latar belakang singkat: Hina adalah anak perempuan satu-satunya dalam keluarga Masamune, sebuah keluarga tua yang terkenal karena keahlian pedangnya. Sebenarnya Hina memiliki seorang kakak laki-laki, Hide Masamune, tetapi dua tahun yang lalu kakaknya meninggal karena bunuh diri. Hina juga memiliki seorang adik laki-laki sekaligus pewaris tunggal dari keluarga Masamune, Hiro, yang masih berusia 13 tahun. Tetapi sang kakek yang merupakan satu-satunya orang yang dituakan dalam keluarga Masamune (orangtua Hina sudah meninggal sejak lama) dan tidak terlalu mempedulikan Hina yang merupakan satu-satunya perempuan dalam keluarga menyebabkan Hina terpaksa pindah ke luar negeri dan memutuskan untuk melanjutkan kehidupannya di Toshi Haku untuk sementara waktu. Lagipula, kabarnya di Toshi Haku, ada seorang sahabat sang kakak yang mungkin bisa dianggapnya sebagai keluarga, meskipun Hina tak terlalu dekat dengannya. Setidaknya Hina dan orang itu saling mengenal. RP Regis: Sehari sebelum keberangkatan ke Toshi Haku Kenapa kau tega meninggalkanku, Hide-Niisan? Kenapa? Lembaran foto di tangannya mungkin sudah tak berbentuk lagi saking seringnya diremukkan oleh tangan mungil sang gadis bermarga Masamune. Jangan salah, tangannya memang kecil; tetapi jika kau berani main-main dengannya, dijamin tanganmu yang lebih besar dari tangan gadis itu tak akan selamat. Mungkin akan patah atau... yang lebih parahnya lagi--putus? Ya, putus oleh sabetan pedang gadis Masamune yang selalu dianggap lemah oleh sang kakek. Terserahlah. Ini adalah hari terakhirnya berada di rumah, di Jepang. Esok bisa dipastikan napasnya tak akan berhembus di sini lagi. Hina telah memutuskan, dirinya tak akan kembali ke sini dalam waktu yang lama. Tak ada gunanya berada di sini; hanya akan membuat luka hatinya semakin dalam saat mengingat segala hal menyedihkan yang terjadi di tanah kelahirannya ini. Satu hal yang pasti, Hide tak bisa lagi menyelamatkan Hina dari sikap sang kakek yang seakan ingin Hina lenyap dari depan hidungnya--sang kakek yang menganggap bahwa kehadiran cucu perempuan di keluarga Masamune sebagai sesuatu yang mubazir. Sungguh ironis. Lalu kenapa Hina harus dilahirkan dulunya? Tidak, ia tak bisa menyalahkan Otousan dan Okaasan yang telah membuatnya hadir di dunia ini. Bagaimanapun, kehadiran Hina begitu berarti di mata mereka, meskipun tidak seperti itu di mata sang kakek. Ya, semua orang yang menganggapnya berarti telah pergi ke surga; tak ada lagi harapan bagi Hina untuk terus melanjutkan kehidupannya di tempat ini. "Ini sake terakhirku, Niisan. Janji," Hina meraih botol sake kelima yang dicurinya dari lemari penyimpanan sang kakek, menikmati setiap teguknya yang begitu membakar tenggorokan dan membuat matanya perlahan-lahan dapat menyaksikan sosok sang kakak yang tersenyum lembut, tak jauh di hadapannya. Seolah sengaja meminta izin pada Tuhan untuk turun dari surga dan menemani hari-hari terakhir Hina di kediaman keluarga Masamune yang telah menjadi rumahnya selama ini. "Jangan tinggalkan aku sendiri, Niisan." Edited by Hina Masamune, Aug 18 2011, 04:42 PM.
|
![]() |
|
| Ziven Egan | Aug 18 2011, 09:23 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






2:29 AM Jul 12