| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Mikoto Maxwell; udah slesaaaii xDd | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jul 19 2011, 08:31 PM (70 Views) | |
| Mikoto Maxwell | Jul 19 2011, 08:31 PM Post #1 |
|
CITIZEN Nama: Mikoto Maxwell Tempat & Tanggal lahir: 24 Februari 1995 Umur: 16 Gender: Male Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Pegawai Supermarket Part-Time Deskripsi karakter: Rambut coklat kemerahan, mata karamel, kulit putih porselen, wajah kerap bersemu merah, senang membuat tatapan penuh minat, berpakaian pada umumnya lebih tebal daripada orang-orang biasa untuk melindungi tubuhnya yang lemah Tinggi/Berat: 160/44 Sifat: Cerdas, senang mendapat dan mencari wawasan baru; ramah, murah senyum, tetapi polos sehingga mudah dikelabui; menyukai makanan-makanan manis dan mamalia lucu Status/orientasi: single Visualisasi: Lee Jae Jin Latar belakang singkat: Lahir dari sebuah hubungan tak legal dari orang tuanya yang kala itu masih SMA. Sang ayah kemudian tak mau mengakui keberadaan dirinya, yang notabene memang disebabkan oleh keteledorannya. Mikoto adalah nama pemberian sang ibu yang diambil dari nama ayah kandungnya itu. Setahun yang lalu, dalam sebuah perjalanan-tidak-sengaja, Mikoto sampai ke sebuah negara di Eropa dan bertemu sebuah keluarga yang hangat menyambutnya. Waktu demi waktu ia lalui di sana, hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke Jepang. Selang beberapa waktu, bibinya kemudian membawanya bersama ke Toshi Haku dan menjadikannya pengurus rumah, sementara sang bibi berurusan dengan bisnisnya. RP Regis: Dia sudah memutuskannya. Sejak lama, malah. Mikoto menjatuhkan buntalan plastik hitam besar ke dalam liang tong sampah yang siap menerimanya. Sebuah pekerjaan yang lebih mudah daripada saat mengangkutnya dari dapur, menyeberangi kamar apartemennya yang berantakan, sampai ke percabangan dari terminal sampah yang letaknya semeter di seberang pintu depannya. Tantangannya adalah bagaimana kau harus melangkah tanpa menginjak barang-barang kecil berseliweran agar kau tak terpeleset dan mengakibatkan sampahmu berceceran di mana-mana. Sudah sering ia mendengar bibinya mengeluhkan kondisi kamarnya yang sangat tak sehat, lepas dari kebiasaan cinta kebersihan seorang Nishida Mikoto. Ah, ralat. Sekarang, bukan itu namanya. Coret Nishida, ganti dengan Maxwell. Dan bukan hanya itu perubahan-perubahan yang dibawa oleh bocah beriris cerah cemerlang itu. Usianya telah bertambah dua tahun dari sejak kepergiannya meninggalkan tanah airnya, yang notabene hanya beberapa kilometer di utara negara kecil Toshi Haku ini. Dia sudah bisa menggapai benda di tempat-tempat tinggi sekarang. Selisih tingginya dengan puncak lemari baju di sudut kamarnya tinggal sekitar tiga puluh senti saja. Puncak kepalanya tidak lagi berwarna menyala menantang: lebih kalem dan pasti membingungkanmu jika kau masih menganggapnya bocah "merah". "Iya, Bi," kalimat yang diluncurkannya pada bibinya selalu sama, disertai sunggingan cengiran yang sama. Apakah jawaban itu begitu bermakna bagi yang mengucapkan atau mendengar, tampaknya bukti-bukti tak mengarah ke titik positif untuk pihak yang disebut lebih dulu. Mikoto tak pernah benar-benar memaksudkan untuk mengiyakan perintah di sela-sela omelan panjang kali lebar dikuadratkan kakak kandung dari ibunya itu. Lebih cenderung untuk membungkam gerakan bibir tebal dipoles warna merah menggoda dengan tahi lalat di sudutnya, yang seolah tak bisa beristirahat barang lima detikpun. Hatinya sering kali bergejolak, panas. Memaksanya mengeraskan wajah dan mengepalkan tangan sampai kukunya menancapi telapak tangannya; tetapi Dewi Fortuna tak pernah meliriknya, bahkan untuk sekadar memberinya kesempatan berbicara. Karena menanggapi, sama dengan membantah. Dua tahun adalah waktu yang tidak singkat. Dua tahun dibutuhkannya demi mengasah keberanian dan tekad untuk menghadapi kembali profil gemuk pendek yang selalu membawa kesulitan pada hidupnya. Tetapi dalam kurun waktu yang sama pula, Mikoto tak kunjung mendapat jawaban atas yang ia minta. Juga perlakuan yang membedakannya dari seorang anak wanita kupu-kupu malam ke seorang pemuda manusia biasa yang ingin meraih hidup "biasa" seperti yang manusia lain jalani. Semua sudah berubah banyak, kecuali satu. Mungkin karena orang itu benci dengan perubahan. Mikoto menengadahkan kepalanya ke atas, memandangi langit biru yang sangat bersih dari awan. Menghela napas, menyeka titik keringat yang mengalir menelusuri pelipisnya. Dia yakin, musim panas tahun ini pasti luar biasa menyengat. Edited by Mikoto Maxwell, Aug 8 2011, 05:16 AM.
|
![]() |
|
| Ziven Egan | Aug 13 2011, 02:42 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






2:29 AM Jul 12