| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Airi Tomoyuki; Edited + RP Regis sudah dibuat | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Aug 4 2010, 06:55 PM (108 Views) | |
| Airi Tomoyuki | Aug 4 2010, 06:55 PM Post #1 |
|
Nama: Airi Tomoyuki Tanggal lahir:13 Desember 1989 Umur: 20 Gender: Perempuan Pekerjaan: belum terpikirkan Deskripsi character: Berambut hitam panjang, warna mata coklat gelap, wajah sensual, tubuh ramping seksi, kulit kuning langsat, kebangsaan Jepang walau wajah khas Korea, punya tiga tindikan di telinga kanan, dua tindikan di telinga kiri dan satu piercing di pusar. Tinggi/Berat: 166cm/47kg Sifat: Mandiri, mudah akrab walau dengan orang baru kenal, selalu memperhatikan penampilan (dalam hal ini berarti--modis), pengertian. Kelemahan: Perokok dan peminum minuman beralkohol (sedang mencoba berhenti walau kadang suka ga tahan juga), tak bisa masak. Kelebihan: Mandiri, pekerja keras, jago hip hop dance. Status: Single Visualisasi: Hyori Lee RP Regis: Timeline : Minggu ketiga bulan Juli, sekitar jam 5 pagi Lokasi : Osaka, Jepang Matahari belum menampakkan wujudnya, lampu-lampu penerang jalan pun masih menyala. Sayup-sayup terdengar kicauan burung dan ayam berkokok, pertanda hari yang baru akan segera dimulai. Seperti biasa, pukul lima pagi Airi telah kembali ke apartemennya yang sederhana setelah semalaman bekerja sebagai host di klub malam yang cukup terkemuka di Osaka. Bagi yang gemar menghabiskan uangnya di klub malam, pasti mengenal Airi. Host terlaris bertubuh langsing, wajah cantik nan sensual, serta penampilannya yang selalu seksi namun jauh dari kesan murahan. Ya-ya.. Gadis bersurai hitam itu memang populer di kalangan dunia gemerlap, banyak pria yang ingin memacarinya atau bahkan juga ingin--menidurinya. Tapi sayang, walau pekerjaannya adalah melayani pelanggan yang datang ke klub malam, jangan harap orang itu bisa menyentuhnya. Kalau sampai nekat melecehkannya, bisa-bisa bogem mentah yang didapat. TAP! TAP! TAP! Airi melangkah dengan hati-hati saat menaiki anak tangga menuju kamar apartemennya. Ia tak ingin suara langkah kakinya mengganggu tetangganya yang mungkin--masih terlelap dalam tidur. Sampai di depan pintu apartemen, Airi memasukkan kunci dan memutarnya perlahan. KLEK! Bunyi itu pertanda kunci sudah terbuka. Airi mencabut kunci dari dalam lubang dan memutar kenop pintu apartemen, namun pintu itu enggan terbuka. Ah, pintunya macet. Pintu ini selalu menyusahkan Airi. Seharusnya pemilik apartemen memperbaikinya, namun entah mengapa masih belum ditanggapi juga. Padahal Airi selalu tepat waktu membayar uang sewa. "Pintunya macet lagi,ya?" tanya seorang pria berusia sekitar lima puluhan yang baru saja keluar dari apartemennya yang hanya terpaut dua pintu dari apartemen Airi. "Eh, paman Akira. Iya, nih. Pintunya macet lagi." jawab Airi. "Sini biar ku bantu." Sang paman menghampiri Airi dan mengambil alih posisinya, sementara Airi berdiri disamping sang paman yang sedang berusaha membuka apartemen gadis beriris coklat gelap tersebut. "Uhuk..uhuk..uhuk.." Tiba-tiba Airi terbatuk-batuk dan merasakan nyeri yang cukup menyakitkan dibagian dadanya. Ia pegang dadanya dan mencoba menekannya. Mungkin saja bila dipegang rasa nyerinya akan berkurang. Tapi tentu saja tidak. Ah, dasar payah. "Kenapa? Kau sakit?" tanya sang paman yang masih berusaha membuka pintu apartemen Airi. "Ah, tidak. Mungkin aku masuk angin. Aku, kan setiap hari begadang." tukas Airi. "Tapi mungkin juga karena pengaruh rokok. Dadamu sakit,kan? Bisa jadi ada yang tak beres dengan paru-parumu. Dalam sehari, berapa batang rokok yang kau hisap?" "Um.. Satu bungkus.. Untuk dua hari.." jawab Airi ragu-ragu. "Aduh.. Kau ini perempuan, tak seharusnya merokok. Kau bisa mandul tahu. Paman sarankan kau agar berhenti merokok dan menjauhi teman-temanmu itu. Mereka membawa pengaruh yang buruk kepadamu. Maaf jika paman bicara blak-blakan begini. Kau itu sudah seperti anak paman sendiri. Paman hanya ingin yang terbaik untukmu." ujar sang paman panjang lebar. KLEK! Pintu berhasil dibuka. "Nah, sudah terbuka nih." "Terima kasih,ya paman. Maaf merepotkan." ujar Airi sambil membungkukkan badan tanda hormat khas orang Jepang. "Ya, sama-sama. Hey, mengenai yang tadi.. Jangan tersinggung,ya." "Iya, paman. Tenang saja." Airi tersenyum tipis kepada sang paman. "Ya, sudah. Selamat beristirahat." Dan sang paman pun pergi meninggalkan Airi yang juga telah masuk ke kamar apartemennya. Airi membuka sepatu boot, melempar tas jinjingnya ke sofa dan merebahkan dirinya ke atas tempat tidur berlapis seprai berwarna ungu gelap. Airi kembali memegang dadanya yang masih sedikit terasa nyeri. Pikirannya melayang, ditelinganya terus teringang ucapan si paman yang sudah dua tahun ini bertetangga dengannya. Gadis berkulit kuning langsat itu memejamkan kedua matanya dan mencoba mengingat saat-saat pertama kali ia merokok dan minum minuman keras. Ia ingat saat itu ia baru berusia tujuh belas tahun. Tinggal jauh dari perhatian orangtua memaksanya mencari pengganti kasih sayang diluar lingkungan keluarganya. Ia bergaul dengan orang yang salah, teman-temannya mengenalkan ia pada dunia gemerlap. Bagai menemukan cinta pertama, Airi merasa senang dan nyaman dengan dunianya yang baru. Ditambah lagi banyak pria yang memuja dirinya disana, ia jadi merasa di perhatikan sekaligus diinginkan. Suatu perasaan yang sudah lama tak ia dapatkan dari kedua orangtuanya yang telah lama bercerai dan tak mengacuhkan dirinya lagi. Disana pulalah Airi mengenal rokok dan juga minuman keras yang sampai saat ini menjadi menu wajib bagi dirinya. Tanpa disadari, air mata mengalir membasahi pipinya. Jauh didalam lubuk hatinya, ia ingin meninggalkan dunia yang telah menafkahinya selama dua tahun ini. Ia ingin menjadi Airi yang dulu. Airi yang ceria dan polos. Ia ingin berubah. Tapi--bagaimana caranya? Berhenti bekerja di klub saja tak dapat menolongnya lepas dari kehidupan malam. Sewaktu-waktu teman-temannya dapat memaksanya kembali kesana. Jadi, apa yang harus dilakukan gadis bermarga Tomoyuki ini? Hanya ada satu cara. Pergi ke tempat dimana teman-temannya tak dapat menemukannya. Tapi kemana? Pindah ke rumah ayahnya--tak mungkin. Ayahnya sudah memiliki keluarga lagi dan Airi tak suka dengan istri barunya, lagi pula teman-temannya tahu rumah ayahnya. Ke rumah ibunya di Seoul? Juga tak mungkin. Ibunya pun sudah berkeluarga, ayah tirinya mempunyai cukup banyak anak, jadi--tak mungkin Airi tinggal disana. Otak Airi berpikir keras kemana ia harus pergi. AHA! Keluar negeri. Tak perlu jauh-jauh. Sepertinya ke Toshi Haku saja sudah cukup. Teman-temannya tak ada menyangka Airi pindah kesana. Lalu bagaimana dengan keluarganya? Walau begitu, mereka tetap harus dikabari, kan? Yeah... Airi akan segera mengabari mereka bila ia sudah sampai di Toshi Haku. OK! Keputusan Airi sudah bulat. Ia akan hijrah ke Toshi Haku--besok. Edited by Airi Tomoyuki, Aug 5 2010, 01:51 AM.
|
![]() |
|
| Ziven Egan | Aug 5 2010, 08:36 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
APPROVED |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner





2:00 AM Jul 12