| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Alto X. Nightray | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jul 31 2010, 10:34 PM (117 Views) | |
| Alto X. Nightray | Jul 31 2010, 10:34 PM Post #1 |
|
Nama: Michelangelo Alto"Czeslaw" Xaverius Nightray Tanggal lahir:15 Oktober 1992 Umur: 17 Gender: Male Pekerjaan: Pelajar dan akan mencari pekerjaan sambilan Deskripsi character: Rambut hitam, mata hazel, garis wajah tegas. Mata nyaris menghilang saat tertawa, mirip ayahnya yang merupakan campuran rusia dan korea tapi lebih menonjolkan wajah asianya Tinggi/Berat: 185/60 Sifat: Dewasa, gentleman, penyuka anak kecil atau orang yang masih bersikap seperti anak kecil, lembut tapi bisa tegas pada saat-saat tertentu, sering seenaknya menentukan seseorang menjadi adiknya, taat beragama, peka terhadap perasaan orang lain tapi tidak peka terhadap perasaan orang lain padanya.(mis:tidak sadar jika ada orang yang menaruh perasaan kepadanya), ramah, mudah bersosialisasi Kelemahan: Tidak mudah melupakan masalah yang sedang dihadapinya, mudah merasa bersalah, terlalu memikirkan apa kata orang lain tentang dirinya, sering menyalahkan dirinya atas kesalahan yang orang lain perbuat, sering malas berpikir panjang, terlalu mementingkan orang lain*sampai kadang-kadang kepentingannya tidak diurusi* Kelebihan:pandai mengajar, berpengetahuan luas, pintar bermain piano, biola dan menyanyi, pintar memasak Status: single Visualisasi: Yoon Si Yoon RP Regis: Perancis, 1 hari sebelum keberangkatan Alto “Czes.. Apa kau yakin ingin pergi ke Russia dan tinggal bersama ayahmu ?” Marrianne menatap anaknya yang sedang menarik resleting kopernya. Ia masih tidak yakin membiarkan anak semata wayangnya tinggal bersama ayahnya yang notabene adalah seorang mafia penyelundup senjata terkenal di Russia. Walaupun ia masih sangat mencintai mantan suaminya itu, ia tidak ingin anaknya juga menjadi penerus ayahnya yang terpaksa menjadi mafia demi mempertahankan harga dirinya. Alto menghampiri Ibunya, ia menatap Marriane sambil tersenyum. Ia memandang mata Marriane dan berkata dengan mantap. “Ya mom.. Czes yakin, Czes sudah kangen setengah mati sama Athan..” Czes adalah nama panggilan Alto di keluarga besarnya yang berarti adoring glory, sejujurnya Alto kurang begitu nyaman dipanggil Czes oleh kakek dan neneknya yang sangat ia benci. Kakek dan neneknya yang memaksa ayahnya bercerai dengan ibunya, kakek dan nenek yang sudah menghancurkan hidupnya. “Tapi, bukankah kalau kau kembali ke Russia kau akan mengingat tentang.. ‘dia’ ?” Alto tersenyum pahit, matanya nanar dan dadanya terasa begitu sakit. Lissa-lah salah satu alasan kepindahan Alto dari Russia menuju Perancis. Vasilissa Valentine yang dicintainya sejak dulu meninggal karena suatu kejadian sadis yang tidak mau Alto ingat-ingat lagi. Dan Alto terlambat menolongnya. Saat Alto datang, dihadapannya hanyalah Val yang menatap kosong. Alto menggeleng pelan. “Tenang saja mom.. Percaya padaku, sampai mati pun Lissa akan selalu aku ingat..” Marrianne menatap anaknya dan mengelus pipinya pelan. Ia masih belum siap melepas anaknya untuk pergi darinya seperti suaminya. Yang sangat ia cintai. “Bagaimana kalau kau menelepon keluarga Valentine dulu Czes ?” “Hanya untuk memastikan bahwa Athanasius ada di Russia.” Lanjut Marriane sambil tersenyum lemah. Biarpun sudah memasuki usianya yang ke 45, wajah Marrianne masih jauh dari guratan-guratan keriput yang biasa menyerang orang-orang diusianya. Wajahnya masih terlihat cantik dan segar seperti wanita berusia 30an. Alto mengangguk dan mengangkat gagang telepon dan berbicara sebentar dengan orang diseberang sana. Ia terlihat mengerutkan dahinya. “Mom.. Bolehkah aku mengganti tujuanku ke Toshi Haku ?” Kening Marriane berkerut. Tapi kemudian ia tersenyum. Ia menghampiri Alto dan menyentuh kalung salib pemberian ayah Alto. Val memang sering mengejutkan Alto dengan rencananya yang tiba-tiba, dan ia tau Alto akan memarahi Val karena itu. “Itu terserah padamu..” Alto tersenyum dan mengecup kening Ibunya pelan. Ia merasa senang mempunyai Ibu seperti ibunya. “Thanks Mom.. Aku akan bersiap-siap..” Seiring dengan kepergian Alto, Marriane menerawang keluar jendela. Ia tersenyum manis. “Albert.. Anak kita sudah besar sekarang.” Marriane lalu berdiam sebentar lalu berjalan kea rah telepon untuk memesan tiket penerbangan untuk Alto, ke Toshi Haku. Edited by Alto X. Nightray, Aug 1 2010, 10:56 AM.
|
![]() |
|
| Crux Corvus | Jul 31 2010, 11:43 PM Post #2 |
![]()
Kepala Negara
|
tolong dipasang dahulu avanya ^ ^ |
![]() |
|
| Alto X. Nightray | Aug 1 2010, 08:58 AM Post #3 |
|
ok sudah ditambah avanya |
![]() |
|
| Crux Corvus | Aug 1 2010, 10:31 AM Post #4 |
![]()
Kepala Negara
|
tolong kelemahannya ditambahkan |
![]() |
|
| Alto X. Nightray | Aug 1 2010, 10:57 AM Post #5 |
|
ok sudah diedit |
![]() |
|
| Crux Corvus | Aug 1 2010, 01:18 PM Post #6 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner





2:00 AM Jul 12