| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Shingo Maeda | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jul 29 2010, 05:44 PM (71 Views) | |
| Shingo Maeda | Jul 29 2010, 05:44 PM Post #1 |
|
Nama: Shingo Maeda Tanggal lahir: 30 Maret Umur: 16 Tahun Gender: Perempuan Pekerjaan: Siswa kelas 2 SMA Deskripsi character: Kulit langsat mongoloid, rambut lurus sepunggung warna coklat, iris gelap, wajah oval dan kadang terlihat mengenakan kacamata. Saudara kembar dari Ringo Maeda, wajah mereka (lumayan) mirip. Keturunan Jepang asli. Tinggi/Berat: 160/47 Sifat: Heboh dan berisik, fashionista akut, punya rasa percaya diri besar, cukup terbuka dan senang meracau dekat adik kembarnya. Kelemahan: Tidak bisa olahraga (termasuk lari jarak jauh dan berenang), lemah dengan hantu dan antek-antek mistis, takut balon (katanya), lemah dalam bahasa--khususnya Inggris. Kelebihan: Punya fashion-taste cukup tinggi, unggul dalam aspek menghitung dan menjabarkan rumus--seperti matematika atau fisika. Status: Single Visualisasi: Jung Hye Won RP Regis: Timeline: Malam sebelum keberangkatan Sesosok gadis bersurai coklat tampak asyik memilah-milah pakaian dalam sebuah koper hitam. Tangannya yang kurus meraih gaun linen dari lemari, melipatnya sedemikian tipis agar dapat bergabung dengan onggokkan pakaian lain dalam koper. Masih muat, nice. Ia memicingkan matanya dengan puas, dan kembali memindahkan barang-barang dari lemari ke koper. Satu barang saja tertinggal, matilah ia. Oke, jadi, Shingo Maeda--nama sang gadis--akan segera meninggalkan rumahnya, itulah mengapa dia berepot-repot mengurusi lusinan baju. Shingo tidak tahu kapan akan pulang, kepergian ini adalah urusan sekolah--siapa tahu memakan waktu bertahun-tahun. Dan bicara soal pindah, Shingo jadi ingat soal adaptasi. Yep, penyesuaian diri dengan lingkungan baru. Tapi Shingo tidak sendiri, kok. Teeepat! Ada Ringo Maeda, adik kembarnya. Dia juga ikut pindah. Bagus. Bagus sekali, bukan? Sepasang anak kembar tidak akan direpotkan dengan perihal adaptasi tempat baru, karena mereka cukup puas bergantung satu-sama-lain tanpa campur tangan orang luar. Brilian, ahahah. Terpuruklah mereka yang merasa terbebani dengan eksistensi saudara kembar, biasanya kan ada asumsi kalau punya kembaran itu tidak enak--segala sesuatunya harus dibagi dua. Ha, kasihan! Tanpa harus berbagi pun Shingo sudah merasa diperlakukan adil, wee. Keturunan kembar Maeda memang beruntung, akuilah. Shingo mendelik pada objek terakhir dalam lemarinya--sebuah kotak kaca berisi manik-manik ornamen rambut. Ukurannya cukup besar, ia ragu apakah ruangan sisa dalam koper masih bisa memuatnya. Percobaan pertama; gagal, tumpukan jaket tebal benar-benar memblokir jalan sang kotak kaca untuk bisa menyusup kedalam. Percobaan kedua; nihil, Shingo menekan kotaknya dengan paksa dan malah berakhir retak. Tsk. Percobaan ketiga--oke, ia menyerah. Shingo memijat pelipisnya dan coba memikirkan cara lain. Pokoknya harus masuk koper, tidak boleh tas yang lain. Kaca itu bahan yang mudah pecah, kan. Semua juga tahu, kok. Jalan terakhir adalah—hmmmm… numpang. Menitipkan barangnya pada Ringo—ide bagus, tapi tak ada jaminan bahwa si adik akan meminjamkan sebagian ruang kopernya. Huooo~ siapa peduli? Shingo lahir duluan dalam selang waktu lima detik, jadi dia lebih tua dan berkuasa. Agreed, no? Tanpa tambahan apapun, ia mengambil langkah seribu menuruni tangga sambil menyerukan nama adiknya keras-keras. "RINGO, dengar! Koperku penuh, aku ingin titip in--eh? Ringo? RINGO DIMANA KAU? RINGO?!" Heboh, yea. Nah loh. Rumahnya kosong. Ralat--ada Papa, sedang berkebun di halaman belakang. Tapi Mama tidak ada. RINGO JUGA. Apa mereka pergi duluan tanpa mengajak Shingo? Tidak mungkin. Atau barangkali pergi ke supermarket untuk membeli bekal snack? Huwow, bisa jadi. Si kembar Maeda akan menggunakkan mobil dan kapal laut sebagai alat transportasi mereka, perjalanan yang panjang--jelas. Puluhan snack ringan dan coklat batang sangat diperlukan untuk menghindari mati bosan. Che. Kenapa tidak naik pesawat saja, sih? Uuuuu. |
![]() |
|
| Crux Corvus | Jul 29 2010, 08:12 PM Post #2 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner





2:01 AM Jul 12