| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Kenichi Yoshimura | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jul 28 2010, 05:04 PM (146 Views) | |
| Kenichi Yoshimura | Jul 28 2010, 05:04 PM Post #1 |
|
Nama: Kenichi Yoshimura Tanggal lahir: 01 Mei 1984 Umur: 26 tahun Gender: Male Pekerjaan: Guru Matematika SMA Deskripsi character: berwajah tirus, rambut coklat hasil cat, mata hitam dan sipit, tinggi kurus, nationality Jepang Tinggi/Berat: 177 cm / 59 kg Sifat: tegas, dewasa, kadang nampak pendiam dan angkuh, namun jika sudah akrab ternyata perhatian dan peduli Kelemahan: agak temperamen dan mudah sakit hati, jika sudah marah-marah segala benda yang sedang dipegangnya bisa dilemparkannya semena-mena dan dari mulutnya keluar kata-kata yang ketus. Kelebihan: pintar matematika, jago bermain sepakbola Status: Single Visualisasi: Koyama Keiichiro RP regis: Seminggu sebelum keberangkatan ke Toshi Haku, 07 Juli 2010, masih pada saat liburan musim panas. “CUKUP!!” teriak Midori. Air matanya masih mengalir dengan deras di kedua pipinya. “Aku tak tahan punya tunangan setemperamenmu! Gila! Sinting! Apa-apaan kau malah memarahiku seperti itu?! Sudah berkali-kali kukatakan bahwa lelaki itu hanya temanku! Kau masih saja tak percaya?! Tunangan macam apa kau ini?” keluhnya masih menangis. “TEMAN?! Kau bilang hanya teman?! Tatapan dia padamu itu tak bisa disebut sebagai teman!!” teriak Kenichi pada tunangannya itu. “Dia memang hanya temanku!” PLAKK!! Sebuah tamparan mendarat hebat di pipi gadis cantik itu… dan itu dari tunangannya sendiri, Kenichi Yoshimura. “Kau gila! Sikap posesifmu sudah berlebihan! Aku sudah tak tahan!” “MULAI SEKARANG KITA PUTUS!!” teriaknya lagi sambil melemparkan sebentuk cincin dari jari manis di tangan kirinya. Midori pun pergi, meninggalkan lelaki temperamen itu tanpa melihat kembali ke belakang sama sekali. Hatinya sudah tak kuat lagi atas sikap posesif dan temperamen dari Kenichi. BRAKK!! Sebuah kursi kayu melayang tertendang menabrak tembok. Sang lelaki itu melampiaskan kekesalan sekaligus penyesalannya akan kepergian sang tunangan. Apa boleh buat—semuanya terjadi karena kesalahannya sendiri. Paginya— Kenichi masih teringat pertengkarannya semalam dengan Midori, tunangannya sendiri. Mereka baru saja pulang dari reuni SMA Midori di sebuah hotel ternama di Tokyo—di mana Midori bertemu dengan seorang lelaki yang merupakan teman dekatnya saat SMA. Terang saja, Kenichi tak suka dan langsung “menyeret” tunangannya untuk pulang. Kasihan Midori, karena Kenichi memang temperamen dan tak mau mendengarkan penjelasan darinya. Hal ini bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan berkali-kali. Maka tak heran jika akhirnya Midori meninggalkan Kenichi. Kini, dia menghabiskan waktunya sambil minum di sebuah night club di pinggiran kota Tokyo. Entah sudah berapa botol yang dia habiskan, hingga pikirannya sudah setengah melayang. “TAMBAH!” “Hei, Bung! Ini sudah botolmu yang kesembilan lho… memangnya kau sedang ada masalah yang besar ya?” “URUSAI!! CEPAT MINUMANNYA!!” bentak Kenichi kepada sang bartender. Sang bartender menatap miris kepadanya, dia khawatir juga pemuda di hadapannya itu akan kenapa-kenapa karena kebanyakan minum. Tapi apa boleh buat—sudah pekerjaannyalah untuk melayani para pelanggan. Maka dilemparkannya kembali sebotol minuman keras kepada Kenichi. “Sinting. Bilang saja kalau memang dari awal kau tak cinta padaku. Tak usah beralasan karena sikapku…. Memangnya salah kalau aku marah-marah? Memangnya salah kalau aku cemburu? Aku benci Midori, aku benci hidupku, aku benci Tokyo…. Sinting. Sinting. Sinting.” gumam Kenichi agak meracau sambil menatap cincin yang ditinggalkan Midori dan kemudian melemparkannya ke arah sembarang—entah ke mana. “Sepertinya lelaki ini baru saja ditinggal kekasihnya…. Kasihan….” pikir sang bartender. “Bung, nampaknya kau memang benar-benar stress. Aku tahu sebuah negara, katanya di sana nyaman dan damai. Mungkin kau bisa menghilangkan jenuhmu dengan berlibur ke sana… atau mungkin menetap?” Kenichi hanya memutar bola matanya menanggapi bartender itu. “Ini sih hanya jika kau tertarik saja. Nama negara itu… Toshi Haku.” Sinting. Toshi Haku… memangnya ada negara bernama TOSHI HAKU itu?? Ngarang. |
![]() |
|
| Ziven Egan | Jul 28 2010, 10:39 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
RP regisnya tolong. |
![]() |
|
| Kenichi Yoshimura | Aug 3 2010, 06:29 PM Post #3 |
|
Yosh, sudah sy post! Maaf kemarin-kemarin sempat hiatus.... |
![]() |
|
| Ziven Egan | Aug 4 2010, 12:16 PM Post #4 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
APPROVED |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
![]() ZetaBoards gives you all the tools to create a successful discussion community. Learn More · Sign-up Now |
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






2:00 AM Jul 12