| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Angelica Jetsingh | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jul 17 2010, 04:38 PM (75 Views) | |
| Deleted User | Jul 17 2010, 04:38 PM Post #1 |
|
Deleted User
|
Nama: Angelica Jetsingh Tanggal lahir:28 Juli 1988 Umur: 21-22 tahun Gender: wanita Pekerjaan: barista di Angelic d'Luce; penulis freelance Deskripsi character: rambut hitam panjang--dicat burgundy, mata hitam kecoklatan, kulit sedikit tan, lahir di Singapura, tapi berdarah Hindi Tinggi/Berat: 168cm/ 57kg Sifat: layback, tidak suka mencampuri urusan orang lain, sedikit pendiam--kalau baru kenal; tapi kalau bertemu dengan orang yang nyambung dengannya, cerewet , sering berimajinasi sendiri, agresif masalah cinta, sering memberikan perhatian yang terkesan berlebihan terhadap orang-orang yang dekat dengannya, menyukai anak-anak kecil Kelemahan: tikus dan kecoa, lelaki homo, mudah menangis kalau melihat sesuatu yang mengharukan, termasuk orang yang frontal Kelebihan: pandai memasak dan menjahit, mengurus rumah tangga, merawat batita dan balita, Status: single Visualisasi: Sanjeeda Sheikh |
|
|
| Crux Corvus | Jul 17 2010, 08:55 PM Post #2 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| Deleted User | Aug 1 2010, 08:25 PM Post #3 |
|
Deleted User
|
RP Regis: Timeline: menyesuaikan dengan Veer Yishun, Singapura. Wanita yang kini menginjak awal dua puluhan itu memandangi dua koper yang terletak di samping tempat tidurnya. Ia baru saja pulang dari pekerjaannya—menjadi seorang bariste muda di salah satu kafe milik sahabatnya. Beberapa hari yang lalu, Angelica Jetsingh—atau Angie—memberitahu kedua orangtuanya kalau ia merasa sudah saatnya mengepakkan sayap sendiri—keluar dari safety zone yang selama ini diberikan oleh orangtuanya. Bukan karena kalimat teman-teman kuliahnya dulu—yang kini juga sudah keluar dari kota kecil itu—tapi memang murni keinginannya sendiri. “Ibu, ayah, aku berangkat beberapa hari lagi.” Berucap sambil sesekali meremas saree putih yang biasa dipakainya di rumah. Sementara ayahnya memandangi putri semata wayangnya itu—dengan khawatir. Mereka sekeluarga memang berdarah Hindi. Tapi Angie—tidak pernah sekalipun menapakkan kaki keluar dari Singapura. Bahkan pulang ke Mumbay sekalipun belum pernah dilakukannya. Ibunya—sesaat berdiri di tempat waktu mendengar kalau Angie akan berangkat—dalam hitungan jam. Berlebihan? Sepertinya tidak. “Jangan khawatir bu,” ucapnya sambil menggenggam tangan ibunya yang kini kosong. Piring yang berisi Tandoori sudah diletakkan ke atas meja makan,”—yah. Ada Veer di sana.” ”Veer?” Mengangguk sekilas, “Veer. Veer Siddharta. Dia—dokter gigi yang tinggal di Mumbay itu. kurasa—setahun lalu aku sudah pernah menceritakan tentang Veer kepada ayah dan ibu. Dan—bukankah ada paman dan bibi di Mumbay? Kalian bisa meminta mereka untuk mencari tahu tentang Veer ‘kan?” Angie tahu dengan pasti—kedua orangtuanya khawatir jika ia berada di tempat asing—dengan seorang lelaki yang tidak mereka kenal. Tapi Veer—bukan orang asing baginya. Angie dan lelaki itu memang berkenalan lewat dunia maya—melalui sebuah situs internet yang sering ia kunjungi. Lagipula, Angie sudah sangat dewasa—untuk memilah mana yang baik dan yang buruk. Mana yang membawa pengaruh baik—dan mana yang buruk. Sudah dewasa. Apa sebegitu tidak percayanya ibu dan ayahnya terhadap dirinya? “Percayalah ibu, ayah—,” kali ini ia menggenggam tangan ayahnya juga, dengan seulas senyum di wajahnya,”—aku pasti baik-baik saja di sana. Akan kutelpon setiap harinya—kalau kalian tidak merasa tenang.” Panjang umur, Mister Siddharta. Tertawa geli saat membaca isi surat elektronik yang ia terima dari Veer.
Dan dengan cekatan, jemari lentiknya bermain di atas keyboard computer, mengetikkan jawaban.
Tersenyum sendiri—tidak sabar menunggu hari keberangkatannya ke negara kota tersebut. |
|
|
| Crux Corvus | Aug 2 2010, 01:44 PM Post #4 |
![]()
Kepala Negara
|
RP Registration Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






2:00 AM Jul 12