Welcome Guest [Log In] [Register]

Dortoir Point


Felicite : 4072

Leandre : 1990

Sournois : 2390

Felicite
Piala Asrama (2014)


Felicite
Piala Quidditch (2014)

Attention

Jadwal Awal Term 2015
Jadwal Pelajaran 2014
Casse de Sélection 2014
Pengumuman Penting
Q & A
Pelayanan Teknis
Rules
Pendaftaran barang-barang elektronik
Gunakan kode warna #66CCFF untuk mengutip kalimat orang lain; BUKAN kalimat sendiri.


Winter - L'Hiver
(awal Desember - akhir Februari)

9.7°F - 73.8°F


Annonce-Pengumuman

Bienvenue à l'Académie Beauxbâtons

OPEN REGISTRATION BEAUXBATONS ACADEMY TERM 16

RABU, 8 MEI 2013, PUKUL 20.00 WIB. DON'T MISS IT!


Kuota Asia (5/5)
Nathanael Vasquez, Arael Hwang, Azriel Yoon, Alena M. Carpentier, Maria Fiala

Kuota Domisili (5/5)
Nathanael Vasquez, Trevion J. Lafferty, Corentin Bosschaart, Deniell Dracheseith, Eleonora Davis

Dibuka lowongan untuk menjadi Asisten Pengajar selama term 16!

Deuxième, jangan lupa untuk memilih Kelas Pilihan!

Timeline Beauxbatons Academy saat ini adalah : 2015
Batas Tanggal Lahir : 1 April 2002 - 31 Maret 2003

Indonesia Role-Play Forum Text-Based, berlatar belakang di Beauxbatons Academy. Memiliki timeline di era milenium (tahun 2000an). Semi Canon. Sekolah ini menjunjung tinggi keindahan, kemewahan, etika, dan estetika. Sekolah ini terletak di kawasan Perancis. Beauxbatons Academy bertujuan melahirkan penyihir yang berbakat dengan nilai etika dan estetika yang tinggi serta berkepribadian kuat. Ingin merasakan bagaimana belajar dengan situasi berbeda? Dengan pelajaran-pelajaran yang juga cenderung berbeda? Ingin merasakan bagaimana menjadi murid di Sekolah Sihir Beauxbatons Academy? Silahkan bergabung dengan kami, pada saat Registrasi Dibuka!

Registrasi Term XV akan dibuka pada bulan Januari! Tahapan registrasinya bisa dilihat di Langkah-langkah Registrasi.

Username:   Password:

Board Statistics

Total Forum Posts: 29,404
Total Members: 627 (The newest member is Emily Grace)
Oct 21 2012, 03:25 PM, a record 79 users were online.

Active Users

7 users online in the past 15 minutes (1 Member · 2 Guests · 4 Anonymous)

l'Histoire - the history

Histoire de Beauxbâtons
Sejarah Beauxbatons


Alphard Leandre adalah seorang laki-laki enerjik dan tak kenal lelah. Bakat penyihir yang dimilikinya terbukti dari diterimanya Leandre di Institut Dursmtrang pada akhir abad ke 13. Pada masanya menuntut ilmu di Durmstrang mata pelajaran terbaik yang dikuasainya adalah Ramuan. Nilai Outstanding memenuhi nyaris seluruh nilai Ramuan-nya. Meski demikian, ada satu hal yang membuat respeknya turun pada Durmstrang, yaitu cara mengajar mereka yang hanya berpusat pada sihir hitam dan terkadang melegalkan anak muridnya itu menggunakan sihir hitam tersebut untuk praktek antar murid. Dengan berbekal ideologi tersebut, Leandre berniat membangun sebuah sekolah sihir baru, di negara kelahirannya sendiri, Perancis.

Selulusnya dari Durmstrang, keinginan tersebut semakin menjadi-jadi. Meski demikian, Leandre menyadari bahwa dia seorang diri tak mungkin mampu membangun sebuah sekolah sihir, terlebih saat itu dia tak lebih adalah seorang pemuda dengan umur yang relatif sangat muda, delapan belas tahun. Semua orang, bagaimanapun juga, akan merendahkan ide seorang pemuda berusia delapan belas tahun, yang bermimpi membangun sebuah sekolah sihir. Dengan demikian, selama lima tahun setelahnya, Leandre menyimpan impiannya tersebut, dan bekerja sebagai seorang ahli Ramuan di pinggiran kota Marseille, tempat kelahirannya sendiri.

Suatu ketika, saat Leandre harus mencari bahan untuk ramuannya, dia terjebak di belantara hutan sihir, hingga jatuh pingsan di dalam hutan tersebut. Beruntungnya, Leandre ditemukan oleh seorang wanita paruh baya bernama Cyrille Eleonore. Saat Leandre tersadar dari pingsannya, Eleonore yang pada dasarnya setipe dengan Leandre versi feminimnya, menceritakan mimpinya untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang tanaman kepada masyarakat luas. Mendengar hal ini, Leandre dengan bersemangat menceritakan pula impiannya untuk membangun sebuah sekolah sihir di Perancis, dan kemudian mengajak serta Eleonore untuk mewujudkan mimpi mereka berdua. Dengan demikian, Eleonore dapat mengajar bidang Herbologi di sekolah yang ingin dibangun Leandre tersebut. Eleonore setuju, dan dengan demikian, Leandre cukup yakin bahwa mimpinya yang lama terpendam akan terwujudkan dalam waktu dekat. Masa ini berlangsung tepat lima tahun setelah kelulusannya dari Dumstrang.

Eleonore kemudian tetap berada di belantara hutan sihir tersebut, sementara Leandre melanjutkan pencariannya akan orang-orang yang mungkin memiliki mimpi yang sama seperti dirinya. Hingga suatu ketika saat Leandre berada di daerah Languedoc, ibukota Montpellier, Leandre bertemu dengan sepasang anak manusia yang tanpa sengaja didengar Leandre bahwa mereka ingin membangun sebuah institut sihir. Mendengar hal itu, Leandre dengan bersemangat langsung mengikuti arah pembicaraan kedua anak manusia tersebut, meski awalnya Leandre nyaris dikutuk menjadi patung. Setelah pembuktian sedemikian rupa bahwa Leandre bukanlah orang dengan kemauan jahat atau pengganggu seperti yang mereka anggap, barulah Leandre diterima dengan tangan terbuka oleh mereka berdua, meski yang laki-laki agak tak terima dan sedikit mencurigai Leandre. Karenanya, yang perempuan terlebih dahulu memperkenalkan dirinya, Olette Felicite, disusul pengenalan diri yang laki-laki meski dengan setengah hati, Jules Sournois. Pembicaraan kemudian berlanjut, dan kemudian diketahui bahwa Felicite bidangnya adalah Transfigurasi, sementara Sournois berbidang di Mantra. Dengan tiga aspek terpenting dalam ilmu sihir tersebut, mereka optimis untuk segera membangun sekolah sihir mereka. Sementara itu, muncul masalah baru. Bagaimana dengan cara pengajarannya? Kurikulumnya? Mata pelajarannya? Dan yang paling terutama di antara segalanya, bagaimana dengan bangunan sekolahnya?

Leande kemudian memutuskan untuk tinggal bersama Sournois dan Felicite untuk sementara waktu, sementara mereka tetap memikirkan tentang sekolah sihir yang akan mereka bentuk tersebut. Malam pertama mereka bersama, nama sekolah telah ditentukan, Académie de Magie Beauxbâtons, Beauxbatons Academy of Magic, Akademi Sihir Beauxbatons. Hari berikutnya, diketahui bahwa ternyata Felicite adalah seorang bangsawan, ditambah ternyata kepintarannya sangat menakjubkan, setidaknya bagi Leandre. Leandre tampak senang akan fakta tersebut, sementara Sournois sendiri agak mencela kesenangan Leandre, namun tak disadari oleh Leandre. Hari berlanjut, dan dimulailah ketidaksepahaman di antara ketiganya. Leandre berusaha menghargai pendapat kedua teman barunya, sementara Felicite dan Sournois tampak nyaris selalu berbeda pendapat dan memercikkan api-api permusuhan. Meskipun bagi Felicite dan Sournois hal itu wajar, tapi bagi Leandre lama-lama hal itu cukup mengganggu dirinya. Karenanya, Leandre memutuskan untuk menghindarkan diri terlebih dahulu dari mereka berdua, dan kembali ke hutan sihir di mana Eleonore berada.

Sampai di hutan tersebut, yang ditemukan Leandre bukanlah Eleonore yang dikenalnya, melainkan Eleonore lain yang jauh lebih muda, bahkan lebih muda dari Leandre yang saat itu telah berusia dua puluh delapan tahun. Gadis tersebut bernama Marjolaine Eleonore, cucu dari Cyrille Eleonore. Leandre baru mengetahui bahwa Eleonore secara turun temurun adalah penjaga hutan sihir tersebut, dan Cyrille Eleonore telah meninggal dunia, dan penerusnya adalah Marjolaine Eleonore. Leandre lalu menangis sejadinya di hadapan Marjolaine, saat mendapat surat peninggalan Cyrille yang mengatakan bahwa dia meminta maaf karena tak dapat mewujudkan mimpi bersama Leandre tersebut. Meski demikian, ternyata Marjolaine mempunyai keinginan yang sama seperti neneknya, dan mengatakan kesediaannya untuk meneruskan mimpi neneknya. Dengan demikian, Leandre kembali lagi ke Languedoc, bersama dengan Marjolaine.

Di kediaman Felicite dan Sournois, perdebatan antar keduanya mulai memanas, bahkan melebihi apa yang pernah mereka hadapi sebelumnya. Sournois, jelas tak mau kalah, sementara Felicite dengan segala darah birunya tentu menolak mengatakan kekalahannya. Demikian seterusnya, hingga pada saat keduanya hampir pecah, Leandre datang membawa Marjolaine. Pertengkaran terhenti sementara waktu, sementara Marjolaine tampak takut pada Felicite dan Sournois. Leandre yang mulai frustasi menghadapi mereka semua, melarikan diri dari kediaman Felicite dan Sournois tersebut, menyingkir ke pantai. Dan di daerah pantai yang ditemukannya secara tak sengaja, Leandre menemukan sebuah pemandangan yang sangat indah, membuatnya melupakan segala stress yang dihadapinya. Sejurus kemudian, Leandre dengan penuh semangat memutuskan menjadikan tempat tersebut sebagai tempat di mana Leandre akan membangun Beauxbatons, dan mewujudkan mimpi seumur hidupnya tersebut.

Kembalinya Leandre ke kediaman Felicite dan Sournois, Leandre langsung membawa mereka semua ke daerah pantai yang ditemukan Leandre, membuat semuanya melepaskan segala dendam mereka. Segera, keempatnya membangun sebuah kastil sebagai pusat dari kegiatan belajar mengajar. Sementara pembangunan kastil tersebut berjalan, Marjolaine mengurus segala tanaman yang ada di hutan sihir milik keluarganya, tersambung sedemikian rupa ke kediaman sementara Leandre, bersama dengan Felicite dan Sournois.

Ketiganya mulai membicarakan tentang sistem sekolah, di mana Felicite mengatakan bahwa Beauxbatons harus menjunjung tinggi kesopanan, di mana para murid harus menghormati guru mereka secara total. Leandre menyetujui hal tersebut, sementara Sournois tak banyak berkomentar. Kemudian Felicite juga mengatakan bahwa dia menginginkan seluruh murid Beauxbatons mempunyai etika yang baik. Kembali hal ini disetujui oleh Leandre, sementara Sournois juga tetap tak banyak berkomentar. Sournois kemudian mengatakan bahwa Beauxbatons akan mengajarkan mengenai Ilmu Hitam, Leandre langsung mengatakan bahwa dia tak ingin hanya Ilmu Hitam yang diajarkan. Pertahanannya pun harus diajarkan pula, dan penggunaan Ilmu Hitam dalam keadaan aman dilarang. Semua kemudian sepakat bahwa Ilmu Hitam akan diajarkan beserta Pertahanan terhadapnya juga diajarkan. Leandre kemudian buka suara lagi, menyampaikan keinginan pribadinya supaya setiap event yang ada di Beauxbatons nantinya harus dibuat menjadi pesta yang sangat meriah. Felicite yang pada dasarnya berjiwa bangsawan yang cukup menikmati pesta, jelas tak keberatan sama sekali. Sementara Sournois agak keberatan dengan pesta di setiap event yang ada, berusaha mengurangi pesta menjadi hanya di awal dan akhir tahun ajaran saja. Keputusan yang kemudian disetujui oleh ketiga pihak. Kemudian, Felicite mengatakan bahwa dia hanya ingin menerima mereka yang berasal dari keluarga bangsawan dan berotak jenius sepertinya di Beauxbatons tersebut. Sournois menyanggah, mengatakan bahwa hanya mereka yang terbukti memiliki potensi sihir yang luar biasa dan terbukti hebat serta tahu bagaimana cara menggunakan otak merekalah yang pantas mendapat tempat di Beauxbatons. Dari sini, timbul masalah yang sesungguhnya.

Leandre lantas mengambil jalan tengah, untuk menerapkan sistem asrama di Beauxbatons. Ide ini pada mulanya tak disetujui oleh Felicite dan Sournois, namun dengan segala peyakinan yang dilakukan Leandre, yang dengan agak emosi karena ketidaksabarannya menghadapi Felicite dan Sournois terus menerus, akhirnya sistem asrama tersebut disetujui. Kemudian, mulai dipikirkanlah cara penentuan asrama yang dianggap paling adil memilih. Felicite sendiri hanya ingin mereka yang bangsawan dan berotak cerdas di dalam asramanya. Tak masalah jika bukan bangsawan, selama otak jenius dimiliki calon penghuni Beauxbatons. Tak masalah juga bila tak berotak jenius, selama dia adalah bangsawan. Fleksibel, mungkin, tapi angkuh juga merupakan salah satu syarat yang tak diketahui oleh Sournois dan Leandre. Sementara Sournois, hanya ingin menerima mereka yang memilki ambisi tinggi dan terbukti memiliki kemampuan sihir hebat, atau setidaknya para calon muridnya tahu bahwa merekalah yang terhebat. Ditambah dengan satu ciri khusus lainnya, tahu bagaimana cara memanfaatkan otak mereka dengan baik diasosiasikan dengan keadaan yang mereka hadapi. Dengan kata lain, licik. Sementara Leandre, yang tampaknya paling mengalah di antara ketiganya, ternyata memiliki pendapatnya sendiri untuk mereka yang akan menjadi penghuni asramanya. Pemberani dan setia kawan menjadi syarat utama. Ditambah dengan sebuah sifat tersembunyi sebagai pelengkap, suka keglamoran.

Masing-masing pikiran mereka kemudian disatukan, dalam sebuah wadah mirip Pensieve, menampung seluruh kriteria yang mereka inginkan. Wadah itulah yang kemudian menyelidiki para calon siswa Beauxbatons, menyeleksi mereka ke asrama Leandre, Felicite, atau Sournois, dengan cara mencelupkan ujung tongkat mereka ke dalam wadah tersebut.

Tepat saat penampungan kriteria selesai, Marjolaine datang kembali. Dimulailah kembali masalah, Marjolaine merasa dirinya tak dianggap, karena tak ada asrama berdasarkan yang diinginkannya. Felicite dan Sournois tak ambil peduli, sementara Leandre ternyata lupa sama sekali tentang keluarga Eleonore. Sebagai gantinya, Leandre mengatakan bahwa dia akan mengurus mereka yang memenuhi kriteria yang diinginkan Marjolaine. Demikianlah, kriteria ramah ditambahkan dalam asrama Leandre.

Awal abad ke 14, Akademi Sihir Beauxbatons kemudian dibuka untuk umum.