| < Selamat datang di forum RPG Asgar, dengan tema sedikit fantasi, menceritakan tentang Manusia, Malaikat, dan Iblis yang berbaur menjadi satu dalam suatu komunitas dan memiliki tugas masing-masing. Selanjutnya baca di sini |
Time Line Bulan : Desember Minggu : Minggu ke-III Musim : Musim Dingin (Desember - Februari) Musim dingin adalah salah satu musim yang paling digemari dan disegani dalam waktu bersamaan di kota Cryel. Terkadang salju turun dengan deras, dan terkadang salju turun dengan tenang. Jangan lupa untuk memakai jaket, syal atau mantelmu dengan berlapis dan menyalakan heater ruangan dirumahmu karena suhu bisa mencapai 5°F sewaktu-waktu. |
| AFFILASI : |
| Selamat datang di Asgar RPG Forum. Silahkan lihat2 dulu di forum ini Forum ini adalah forum RPG berbasis teks dan cerita Original, dengan tema hubungan antara Iblis, Malaikatl, dan juga Manusia. Disini menggunakan tema sedikit fantasy. Dengan setting dimana ketiga makhluk Tuhan hidup bersama tanpa mengetahui wujud asli masing-masing, RP akan berjalan dengan teratur dan bebas bagaikan sebuah kota. Silahkan Register jika berminat bergabung dalam forum RPG ini. Register!! Jika kau sudah memiliki akun/ID silahkan Log in dengan akun anda disini : |
| [Free RP; Open; PG13] The day we've met; free roleplay, dimana para angel bertemu di dunia manusia untuk pertama kalinya | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Apr 30 2010, 12:47 PM (1,580 Views) | |
| Post #16 Apr 30 2010, 03:25 PM | Milo Yoshida |
|
Manusia? Perkataannya itu dibenarkan begitu saja oleh kedua kakak itu, sembari mengulaskan senyum. Belaian hangat masih dirasakannya. Dan mendadak, ingatan-ingatan muncul berkelebatan di kepalanya. Seperti film yang diputar dan dipercepat yang hanya bisa dilihat oleh matanya sendiri. Pengetahuan-pengetahuan entah dari mana menyeruak memasuki otaknya. Kemudian secara jelas, di antara ingatan-ingatan yang berdesakan ingin segera diingat oleh malaikat kecil ini, muncul sebuah bayangan sosok samar yang menggumamkan namanya. Yoshida... Milo... Yoshida... "Milo... Yoshida..." anak laki-laki ini menirukan bahasa manusia yang ditanamkan pada dirinya itu. Mungkin itu namanya. Walau sepertinya merupakan perpaduan dari dua bahasa negara. |
![]()
Laylah
|
|
![]() |
| Post #17 Apr 30 2010, 03:40 PM | Hikari Makoto |
|
"......Hikari Makoto..... Gabriel sudah mengatakan tentang kedatangan kalian..." Jawab Hikari tenang dan tersenyum, melepaskan tanganya karena dia rasa kehangatanya sudah cukup untuk pemuda kecil. "milo...Yoshida?? " Sepertinya itu nama dari sang pemuda kecil, "salam kenal milo-chan..." Bisik Hikaru ke milo dengan lembut. "lalu?? namamu?" Hikari lalu memandang pemuda yang ada disebelahnya |
![]()
Luz
|
|
![]() |
| Post #18 Apr 30 2010, 03:59 PM | Maxim Revka L. |
|
Maxim mengedipkan mata biru lautnya. Sebenarnya dia masih belum tau namanya secara pasti. Tetapi ia sudah mendapatkan sebagian dari namanya. Mungkin itu adalah namanya di dunia manusia. "Perkenalkan, saya Maxim," ujarnya menunduk sopan, mengetahui Hikari adalah atasannya. |
![]()
Archangel Remiel / Ramiel
|
|
![]() |
| Post #19 Apr 30 2010, 04:30 PM | Milo Yoshida |
|
Akhirnya alur pembicaraan sedikit demi sedikit mulai jelas bagi Milo. Terutama ketika si kakak perempuan yang kemudian mengaku bernama Hikari Makoto itu berkata, "Gabriel sudah mengatakan tentang kedatangan kalian..." Mata Milo mengejap. Ia menelengkan kepalanya, menyimak. Sesimpul senyum kerucut diulaskannya, sebuah kebiasaan tatkala ia mencoba mempelajari sesuatu. Kakak yang lain menyatakan bahwa ia bernama Maxim. Ada kilat keemasan terpancar di mata cerah Milo selama sekilas. Diangkatnya jari telunjuknya untuk menunjuk kedua lawan bicaranya bergantian. "Remiel... Luz...?" ujarnya dengan logat seakan ia adalah anak-anak yang sedang belajar bicara. Edited by Milo Yoshida, Apr 30 2010, 04:55 PM.
|
![]()
Laylah
|
|
![]() |
| Post #20 Apr 30 2010, 04:40 PM | Hikari Makoto |
|
"Perkenalkan, saya Maxim," "....salam kenal.." singkat Hikari kepada Maxim, "sepertinya kau yang pertama ada disini.....apa Gabriel sudah memutuskanya..bahwa semua akan dipindahkan kemari??" Tanya Hikari walau belum tentu Maxi dapat menjawabnya, memang walau Hikari adalah kaki tangan Gabriel tapi dia tidak terlalu banyak tahu apa yang dilakukan oleh tuanya itu, Hikari hanya diam menghela nafas setelah memberikan pertanyaan ke Maxi, bingung. "hm??...." Mendengar perkataan Milo yang mengetahui nama aslinya hanya bisa mengangguk,"Bagaimana kau bisa tahu Milo-chan?" Tanya Hikari pelan seperti menghadapi seorang anak TK yang tidak mau mengakui kesalahanya. Edited by Hikari Makoto, Apr 30 2010, 04:58 PM.
|
![]()
Luz
|
|
![]() |
| Post #21 Apr 30 2010, 04:59 PM | Maxim Revka L. |
|
Maxim terperangah, tetapi dia tetap mencoba untuk tersenyum simpul seperti biasanya. "Kau hebat juga bisa tahu namaku.." katanya tertawa kecil dan mengacak-acak rambut Milo. Maxim menggeleng menanggapi pertanyaan Hikari. "Sepertinya belum. Tetapi aku mendengar kabar kalau Beliau akan menurunkan semuanya jika waktunya sudah dekat dan jika dalam keadaan darurat.." |
![]()
Archangel Remiel / Ramiel
|
|
![]() |
| Post #22 Apr 30 2010, 05:25 PM | Milo Yoshida |
|
Baik Makoto maupun Maxim tampaknya penasaran mengapa Milo bisa tahu sosok asli mereka. Maxim bahkan sampai mengacak-acak rambutnya, membuat Milo tertunduk begitu saja dan kemudian harus menyisiri rambutnya sekenanya. "Cuma menebak," sahut Milo, memberi mereka jawaban yang semoga memuaskan. Jawaban sebenarnya sih, Milo juga agak tidak mengerti. Ada perasaan kuat di antara mereka seperti ada keakraban yang sudah terjalin sejak lama. Mestinya, meski sudah menempuh jarak sejauh atau selama apapun, perasaan seperti apapun pasti ada bekasnya, kan? Tertarik dengan kalimat yang berikutnya dilontarkan oleh Maxim, Milo tersenyum dan berdiri dari bangkunya. Kejernihan yang dipancarkan oleh kedua bola matanya dan kemantapan yang disaratkan oleh wajahnya menunjukkan bahwa keadaannya sudah mendekati pulih. Cara bicaranya juga mulai lancar, "Kelihatannya tak akan lama lagi, ya?" |
![]()
Laylah
|
|
![]() |
| Post #23 Apr 30 2010, 05:35 PM | Hikari Makoto |
|
Melihat jawaban kedua pemuda disana hanya membuat Hikaru merasa khawatir, semakin dekat peperangan membuat hati Hikaru semakin sakit, sebenarnya dia benci peperangan hanya saja dia tidak bisa menentang perkataan dan perintah tuanya. "baiklah..kalian sudah ada tempat tinggal?? " Tanya Hikari tiba-tiba mengalihkan pembicaraan untuk mengganti suasana yang baru saja terjadi, apalagi setelah Milo bisa berbicara dengan baik dan benar. |
![]()
Luz
|
|
![]() |
| Post #24 Apr 30 2010, 05:49 PM | Maxim Revka L. |
|
Maxim kembali menarik bibir tipisnya kedalam senyuman simpul. Ia tahu bahwa Hikari justru menginginkan perang itu dimusnahka, ataupun ditunda. Selama peperangan tidak terjadi dia akan tenang. Mendengar perkataan Hikari berikutnya membuat pemuda bermata biru itu berpikir lagi. "Mungkin sementara aku akan tidur di sini. Meskipun aku tak tau aku butuh tidur atau tidak," katanya tertawa kecil. "Dan mungkin kita juga harus cepat-cepat menyelesaikan tugas kita di sini. Belum apa-apa aku sudah tidak merasa nyaman memakai tubuh seperti ini.." |
![]()
Archangel Remiel / Ramiel
|
|
![]() |
| Post #25 Apr 30 2010, 06:01 PM | Milo Yoshida |
|
Milo tidak mengerti. Kok kayaknya, yang merasa bersemangat tentang akan berlangsungnya perang besar-besaran hanya dia, ya? Melihat Makoto dan Maxim menunjukkan kecemasan, anak lelaki ini mengerutkan keningnya, heran. Sudahlah, mungkin belum waktunya baginya untuk memahami. Dan ditanya soal tempat tinggal, Milo malah melebarkan matanya dan beringsut mendekati Makoto sambil menanyainya, "Oh, perlu, ya?" Sungguh ajaib hal seperti itu dikatakannya dengan wajah penuh rasa takjub. |
![]()
Laylah
|
|
![]() |
| Post #26 Apr 30 2010, 06:49 PM | Hikari Makoto |
"baiklah intinya kalian belum mendapat pekerjaan, tempat tinggal..." Hikari hanya menghela nafas lalu mengambil handphonenya yang ada disaku, memang sejak tadi dia merasa handphone kecilnya itu bergetar tapi dia biarkan karena tidak sopan karena suasana yang berat tadi.
"*swete*.." Hikari hanya bisa diam mendengar orang yang berbicara di Handphonenya, yah memang sekarang waktunya dia rapat di gedung parlemen, tapi dia sempatkan ke Cathredal karena aktifitasnya. Hanphone Hikari "baiklah...aku akan segera kesana" Jawab Hikari singkat setelah dia sweatdrop selama beberapa detik dan memutuskan percakapan itu dengan menekan satu tombol. "ehm..maaf sepertinya aku harus pergi.....kalian sementara tinggal saja dirumahku....ada disini..." Mengambil kertas dan juga pulpen lalu menggambar sebuah peta kecil, memberikanya ke Maxi. "kuncinya ada di bawah pot tanaman baris ketiga...." tambahnya lagi. |
![]()
Luz
|
|
![]() |
| Post #27 Apr 30 2010, 06:57 PM | Maxim Revka L. |
|
Maxim menerima kertas dan menyaring informasi dari Hikari. Pemuda brunette itu mengangguk kepada atasannya tanda ia mengerti. "Maaf kami harus memakai rumahmu terlebih dahulu," katanya tersenyum simpul. "Kalau begitu selamat bekerja. Semoga harimu menyenangkan," pesannya lagi. "Ayo Yoshida.." katanya menggenggam tangan Milo seperti anak kecil. |
![]()
Archangel Remiel / Ramiel
|
|
![]() |
| Post #28 Apr 30 2010, 07:48 PM | Aerith del Nuvola |
|
Angin itu memang sangat dingin, dan dia baru saja masuk, pertama kali datang ke dunia manusia ini, jantungnya berdebut sangat pelan, iapun bernafas terpatah-patah. Apakah tubuh manusia ini ada kekurangan? ia tidak akan tau. Lalu iapun melihat ada sekelompok orang. Sepertinya itu adalah temannya, mungkin. Iapun mencoba berbicara. "......" Mengapa aku tidak bisa berkata apa pun? Karena itu, iapun hanya mendatangi mereka, dengan wajah yang kelelahan. Karena susah bernafas |
|
|
![]() |
| Post #29 Apr 30 2010, 09:20 PM | Maxim Revka L. |
|
Maxim menyadari keberadaan orang lain. Bukan manusia biasa.. pikirnya mencoba mencari sumber aura tersebut. Ia mencari dan mencari sampai matanya bertemu dengan sesosok wanita asing yang terlihat tidak bisa bernafas, sama seperti Milo Yoshida saat ia pertama kali menemukannya. Maxim pun cepat-cepat menolong gadis asing itu, menolongnya untuk berdiri tegap. "Kau tak apa?" |
![]()
Archangel Remiel / Ramiel
|
|
![]() |
| Post #30 May 1 2010, 07:52 AM | Milo Yoshida |
|
Milo memandangi semua orang bergantian, bingung. Jujur, ia sama sekali tak mengerti apa yang harus dilakukannya sementara Malaikat Raphael merasuki tubuh kecil dan kurus milik seorang pemuda manusia ini. Ia butuh rumah tinggal? Tapi tak ada yang menjawab seberapa pentingnya benda itu bagi tiap umat manusia. Nampaknya belum semua memorinya pulih. Dalam keadaan setengah pulih begitu, muncul seorang wanita yang lain sementara Makoto berpamitan. Kali ini manusia berambut pirang. Dan dia kelihatannya sama menderitanya sepertinya ketika baru pertama kali datang tadi. Tapi apa yang ingin dan bisa Milo lakukan padanya sementara ini hanyalah mengamatinya dengan antusias. |
![]()
Laylah
|
|
![]() |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| Go to Next Page | |
| « Previous Topic · Free RP · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
2:18 AM Jul 12
|
Auspice Zeta created by sakuragi-kun of the ZBTZ










2:18 AM Jul 12