Welcome Guest [Log In] [Register]
<
Selamat datang di Asgar Forum

Selamat datang di forum RPG Asgar, dengan tema sedikit fantasi, menceritakan tentang Manusia, Malaikat, dan Iblis yang berbaur menjadi satu dalam suatu komunitas dan memiliki tugas masing-masing. Selanjutnya baca di sini


Staff Contact List :



Dimohon para member melengkapi Profile Sheet RP untuk kenyamanan dalam melakukan RP.
---
Beta version di buka. RP secara resmi sudah boleh dilaksanakan.
----
Periksa kembali update semua rules di General Rules, Basic Roleplay Rulesdan Chain of Sins
----
HARAP PARA MEMBER LAMA MELAKUKAN RE-REGISTRASI sesuai dengan aturan forum yang baru
----
Forum masih dalam fase pembenahan, mohon berpartisipasi dalam kritik dan saran
----
Selamat bermain


|Chain of Sins|List Visualisasi |Daftar Pekerjaan|Penghitung Kata|
Time Line

~Beta Version~
Tahun : 2010
Bulan : Desember
Minggu : Minggu ke-III
Musim : Musim Dingin (Desember - Februari)

32°F - 5°F

Musim dingin adalah salah satu musim yang paling digemari dan disegani dalam waktu bersamaan di kota Cryel. Terkadang salju turun dengan deras, dan terkadang salju turun dengan tenang. Jangan lupa untuk memakai jaket, syal atau mantelmu dengan berlapis dan menyalakan heater ruangan dirumahmu karena suhu bisa mencapai 5°F sewaktu-waktu.



AFFILASI :
Andorria KingdomaffdaMai Isola RPGFNabari no Ou\"VampireYaoi School Life Role Play ForumPhotobucketVenediktovitchPhotobucket

ShoutMix chat widget
Selamat datang di Asgar RPG Forum. Silahkan lihat2 dulu di forum ini


Forum ini adalah forum RPG berbasis teks dan cerita Original, dengan tema hubungan antara Iblis, Malaikatl, dan juga Manusia. Disini menggunakan tema sedikit fantasy. Dengan setting dimana ketiga makhluk Tuhan hidup bersama tanpa mengetahui wujud asli masing-masing, RP akan berjalan dengan teratur dan bebas bagaikan sebuah kota. Silahkan Register jika berminat bergabung dalam forum RPG ini.


Register!!


Jika kau sudah memiliki akun/ID silahkan Log in dengan akun anda disini :

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 3
[Free RP; Open; PG13] The day we've met; free roleplay, dimana para angel bertemu di dunia manusia untuk pertama kalinya
Topic Started: Apr 30 2010, 12:47 PM (1,579 Views)
Maxim Revka L.
Timeline : Pagi yang dingin dimusim salju

Setting :Cathedral

Plot : Pagi ini, untuk pertama kalinya para angel saling bertatap muka di dunia manusia setelah mereka diturunkan dari surga.




Pagi itu dingin, dan seperti biasa tidak banyak orang mengunjungi Gereja Cathedral. Terlihat seorang pemuda yang tergeletak di lantai granit Cathedral. Matanya yang jernih terbujur pada salib mulia yang tergantung di atas aula Cathedral. Matanya berusaha menangkap segala bentuk perspektif di dalam gedung bersih itu.

"Nggh.. Apakah aku sudah berada di dunia manusia?"

Tanyanya kepada angin. Perlahan ia membangkitkan tubuhnya kedalam posisi duduk, ia belum terbiasa dengan tubuh barunya ini. Entah mengapa segalanya terasa lebih berat. Ia mengangkat lengan kanannya dan memandangi tubuh barunya dengat ketertarikkan.

"Mungkin tidak buruk juga hidup di dunia manusia.."

Gumamnya lagi. Matanya kembali memandangi salib suci di depan aula Cathedral, terpaku seperti menunggu keajaiban datang dari benda suci tersebut.

"Apakah hanya aku yang dikirimkan kemari?"
Member Avatar
Archangel Remiel / Ramiel
Quote Post Goto Top Offline Profile
Hikari Makoto
Berjalan menuju kearah Cathedral besar yang ada di kota, sepertinya merasakan kehadiran kaumnya yang baru datang, Gabriel mempercayai keadaan di dunia manusia padanya.

Medium yang digunakan jujur terlalu sempit baginya, tubuh seorang perempuan timur yang tampak anggun, memang dia suka tapi entah kenapa tetap tidak terbiasa, tidak dapat mengepakkan sayap dengan bebas memang membuat dia sedikit sengsara, berjalan terus menuju ke tempat yang lebih dalam ke Cathredal dengan medium itu dan tiba-tiba melihat sosok manusia disana, memandang salib besar dan sepertinya sedang ber-doa

"ehm...maaf apa aku menganggu?? " Tanya Hikari lembut dan perlahan menghampiri sosok pemuda barat disana.
Member Avatar
Luz
Quote Post Goto Top Offline Profile
Milo Yoshida
Putih. Seluruh mata memandang rasanya tak ada rona warna lain selain cahaya. Apa ini matanya yang tak bisa melihat?

Sesak, paru-parunya membeku. Anak lelaki bertubuh kurus tampak mengelepar di atas permadani putih di halaman Katedral yang terbuat dari tumpukan salju. Usaha pertamanya untuk bangkit berdiri gagal. Seluruh tubuhnya terasa berat, otot-ototnya kaku; rasanya seperti baru saja lari maraton jarak jauh.

Ini... di mana?

Milo akhirnya bisa membalik badannya ke posisi merangkak, kemudian terduduk sendiri. Dari kanan ke kiri, pemuda ini menyapukan pandangannya secara perlahan, terpesona oleh pemandangan dunia manusia: gereja tua yang amat megah meski terlihat kuno... juga seorang manusia selain dirinya, beberapa meter di depannya.

Milo mengejapkan matanya, memandangnya ingin tahu. Polos, pipinya merona merah karena udara dingin. Wajahnya manis, seperti bayi yang baru lahir.
Member Avatar
Laylah
Quote Post Goto Top Offline Profile
Maxim Revka L.
Suara lembut membangkitkan pikiranya dari salib suci tersebut. Matanya berusaha mencari sumber suara tersebut sampai ia menangkap sesosok wanita berbadan mungil yang perlahan menghampirinya dari jauh. Cara berjalannya elegan dengan rambut hitam kecoklatan yang terayun ketika ia berjalan.

D..dia...

Pemuda itu cepat-cepat menyadari wanita didepannya memiliki aura yang lain daripada manusia biasa. Ia membangunkan tubuhnya yang baru itu dan berusaha berdiri tegap. "Apakah kau utusan juga?" Tanyanya tanpa basa-basi.

Sebelum gadi situ sempat menjawab, matanya menangkap sesosok bayangan yang berusaha merangkak masuk kedalam Cathedral. Matanya terpaut dengan mata pemuda itu. Ia cepat-cepat berlari dengan tubuhnya yang berat dan menghampiri pemuda itu. "Kau tak apa-apa?" tanyanya menyingkirkan salju yang bertumpuk di atas tubuh mungil pemuda itu.
Member Avatar
Archangel Remiel / Ramiel
Quote Post Goto Top Offline Profile
Hikari Makoto
"Apakah kau utusan juga?"

".." hanya membentuk senyum kecil nan khas dan mengangguk, sepertinya malaikat-malaikat kecil mulai menyusulnya untuk turun ke dunia manusia, yah mengingat kejadian 1 abad lagi akan ada peperangan besar antara kaum Gabriel dengan kaum Luchifer.

Hendak mengucapkan sesuatu tiba-tiba pemuda itu berlari, menuju ke satu sosok lagi yang ada disana, dan sepertinya kali ini sosok pemuda yang masih terlihat kecil nan imut, Melihat pemuda kecil itu pipinya memerah yang berarti kedinginan sepertinya dia harus menghampirinya.

"wah.....selamat datang..." Sapa Hikari kepada keduanya sekaligus dan membawa sebuah mantel dari tasnya, sepertinya mantel yang dia gunakan tadi.
Member Avatar
Luz
Quote Post Goto Top Offline Profile
Maxim Revka L.
"Terima kasih banyak. Tidak kusangka tubuh manusia akan seberat ini."

Ujar Maxim tersenyum seraya mengangkat pemuda mungil itu masuk kedalam Cathedral dan menaruhnya di sebuah kursi panjang. Apakah dia angel juga..

"Kau tak apa-apa?" tanya Maxim kepada pemuda itu seraya membersihkan wajahnya dengan lengan bajunya.

OOT bentar : maaf dikit. bebas ini :9*kabur*
Member Avatar
Archangel Remiel / Ramiel
Quote Post Goto Top Offline Profile
Milo Yoshida
Bingung. Sungguh kepala Milo benar-benar kosong sekarang ini, sama sekali tak ada yang bisa dipikirkannya. Daripada dikatakan begitu, sebenarnya lebih cocok 'tidak bisa digunakan untuk berpikir'.

Orang-orang dewasa di sekitarnya berseliweran, berbicara tentang "utusan". Sebuah kata yang tak bisa dicernanya. Bagaimana ini? Kayaknya ada yang salah dengan dirinya nih.

Milo menurut saja, tak melawan ketika dirinya dibawa ke sebuah bangku panjang ke dalam gereja atau ketika diberi mantel. Pandangannya seperti kosong, namun sebenarnya dia sedang mencoba untuk mengenali situasi kondisi di sekitarnya, mempelajarinya.

Dia di mana, dan dia siapa. Lalu, kedua orang kakak yang ada menemaninya ini juga... siapa?

Deg! Mendadak detak jantungnya berdebar kencang, badannya gemetar. Wajahnya memucat. Ini yang namanya ketakutan, ya? Lho, dia takut terhadap apa? Dia ingin bisa bicara, tapi kayaknya sulit. Lidahnya kaku, dadanya sesak oleh suatu perasaan aneh yang tak dimengertinya.
Member Avatar
Laylah
Quote Post Goto Top Offline Profile
Hikari Makoto
"....." Hikari hanya diam melihat anak itu, sepertinya belum bisa bersatu dengan mediumnya, apa medium yang disiapkan tidak cocok?.

"ehm...tenanglah...." mencoba mengelus dahi pemuda kecil itu dan menyalurkan kehangatan suhu badanya, tersenyum kecil dan mengelus2 dahi pemuda kecil itu.

Agak khawatir dengan keadaan yang dingin, Hikari memnyelimutinya dengan mantel tebalnya, mungkin sedikit membantu apalgi itu adalah medium manusia bukan.
Member Avatar
Luz
Quote Post Goto Top Offline Profile
Maxim Revka L.
Pemuda itu pun membantu wanita itu menenangkan pemuda mungil yang ia letakkan di bangku itu. "Aku bisa membantu," ujarnya kepada wanita tersebut.

"Ηρέμησε. Όλα θα είναι εντάξει. Αναπνοή σας χρησιμοποιώντας κατάλληλα τους πνεύμονες," Maxim menggumam dengan bahasa Yunani yang juga adalah bahasa para Angels seraya menaruh tangannya di atas dahi pemuda mungil itu.




Translate :

Tenang, semuanya akan baik-baik saja. Bernafaslah dengan benar menggunakan paru-parumu..

Edited by Maxim Revka L., Apr 30 2010, 02:15 PM.
Member Avatar
Archangel Remiel / Ramiel
Quote Post Goto Top Offline Profile
Milo Yoshida
Kenapa kakak-kakak asing di sekitarnya ini begitu perhatian padanya? Bola mata cokelat terangnya bergerak-gerak liar ke kanan dan ke kiri. Jemarinya meraba-raba bibirnya, seperti ingin meremasnya.

Kalut dan takut. Nampaknya para kedua jelmaan malaikat selain dirinya menyadari betul kalau Milo tidak bisa beradaptasi dengan baik di dunia yang sama sekali bukan tempatnya ini. Berpindah antar dunia mungkin mengagetkannya.

Si kakak perempuan berbicara dengan bahasa yang tak dipahaminya. Meski demikian, belaian di kepala Milo terasa lembut, memberitahunya bahwa mereka berdua mungkin bukan ancaman baginya.

"Ηρέμησε. Όλα θα είναι εντάξει. Αναπνοή σας χρησιμοποιώντας κατάλληλα τους πνεύμονες,"

"..." Milo memandang si kakak lelaki, lebih lama. Mulutnya terbuka sedikit, kemudian muncullah suaranya. Agak serak namun sempurna setelah melalui peristiwa perubahan suara yang lazim dialami oleh para anak lelaki, "..φίλος?"


OOT: teman
Member Avatar
Laylah
Quote Post Goto Top Offline Profile
Hikari Makoto
Memandang pemuda barat yang berusaha berkomunikasi dengan pemuda kecil. Sepertinya memang saat ini mereka harus fokus membuat sang pemuda kecil terbiasa dengan medium barunya.

" Μην φοβάστε τίποτα εδώ, τίποτα δεν πρέπει να φοβόμαστε να προσπαθήσουμε να ηρεμήσουμε και να προσπαθήσουμε να σκεφτόμαστε με το σώμα που έχετε τώρα, όλα τα υφιστάμενα μνήμης στο μυαλό σας. "

Agak kaku memang mengucapkan bahasa yang sudah lama tidak dia pakai, terlalu lama di dunia manusia membuatnya agak sedikit melupakan hal yang ada di dunia atas, mengelus terus dahi sang pemuda kecil memberi kehangatan.



translate:

Tidak usah takut dengan apapun yang ada disini, tidak ada yang perlu ditakutkan cobalah untuk tenang dan cobalah berpikir dengan tubuh yang kau miliki sekarang, semua memori telah ada dalam pikiranmu.
Member Avatar
Luz
Quote Post Goto Top Offline Profile
Maxim Revka L.
Maxim tersenyum kepada pemuda mungil itu. Ia terlihat seperti seorang adik baginya.

"Ναι, είμαι σύμμαχός σας, αγοράκι," dia berkata mengelus kepala pemuda itu lagi. Ia menyadari satu hal dan langsung mengarahkan pandangannya pada wanita didepannya.

"Περίεργο. Μπορώ να μιλήσω ανθρώπινη γλώσσα αυτόματα. Γιατί δεν μπορεί?" ia bertanya kebingungan.



Yes, I'm your ally, little boy

Weird. I can speak human language automatically. Why he can't?
Member Avatar
Archangel Remiel / Ramiel
Quote Post Goto Top Offline Profile
Milo Yoshida
Dari satu kakak yang ditanyainya, Milo mendapatkan jawaban dari keduanya sekaligus.

"Ναι, είμαι σύμμαχός σας, αγοράκι," diucapkan oleh si kakak lelaki, sedangkan kakak yang perempuan berkata, "Μην φοβάστε τίποτα εδώ, τίποτα δεν πρέπει να φοβόμαστε να προσπαθήσουμε να ηρεμήσουμε και να προσπαθήσουμε να σκεφτόμαστε με το σώμα που έχετε τώρα, όλα τα υφιστάμενα μνήμης στο μυαλό σας."

Keduanya bisa dipahami dengan baik oleh otak Milo, yang berkat nasihat singkat padat dalam bahasa Malaikat itu, mulai bisa bekerja dalam diam. Sementara si kakak lelaki berbicara lagi, Milo menundukkan kepalanya, mengabaikan belaian hangat dari keduanya.

Kedua telapak tangannya dilumahkannya di udara, dipandanginya lekat-lekat, kemudian lengannya, dan seluruh tubuhnya. Kurus, warna kulitnya putih kekuningan. Ini... wujud manusianya.

"... Manusia," gumamnya, mengamati dirinya sendiri.
Member Avatar
Laylah
Quote Post Goto Top Offline Profile
Hikari Makoto
Hanya tersenyum melihat badan pemuda kecil mulai menghangat, dia lalu mendengar sebuah pertanyaan singkat dari orang yang ada disebelahnya

Weird. I can speak human language automatically. Why he can't?

"kadang saat pemasukan medium, seorang Angel ada yang memberontak dan ada yang tidak...tergantung dari kesiapan Angel itu sendiri...." Hikari hanya berkata singkat namun setidaknya dapat dipahami oleh pemuda yang bertanya itu, tak lama kemudian mata Hikari menutup...beberapa detik saja lalu membukanya kembali, menyadari adanya gerakan dari sang pemuda kecil.

"... Manusia,"

"yep....." membalas perkataan pemuda kecil itu sambil tersenyum ramah plus sedikit lega.
Member Avatar
Luz
Quote Post Goto Top Offline Profile
Maxim Revka L.
Maxim menghembuskan nafas lega seraya tertawa kecil. "Akhirnya kau bisa menerimanya.." katanya menepuk kepala pemuda itu perlahan.

"Terima kasih, umm..." Maxim ingin berterimakasih kepada wanita itu, tetapi sepertinya mereka belum saling mengenal nama mereka di dunia manusia. Nama samaran mereka.
Member Avatar
Archangel Remiel / Ramiel
Quote Post Goto Top Offline Profile
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
ZetaBoards gives you all the tools to create a successful discussion community.
Learn More · Register Now
Go to Next Page
« Previous Topic · Free RP · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 3

Auspice Zeta created by sakuragi-kun of the ZBTZ